oleh

Muslim Arbi Minta Hukum Ditegakan, Bebaskan Eggie Atau Tangkap Jokowi

Kabartoday, Jakarta – Direktur Gerakkan Perubahan (Garpu), Muslim Arbi minta tegakan hukum sesuai fakta dan aturan yang berlaku tanpa pandang bulu. Ia menyebut bebaskan Eggie Sudjana atau tangkap Jokowi (Joko Widodo).

Melalui pesan singkatnya ke redaksi kabartoday.co.id, Sabtu (25/5/2019), Arbi mengajak Polisi untuk bersikap netral melihat dari sisi Subjek dan Objek Hukum. Maka posisi Eggie Sudjana dan Jokowi adalah sama.

Ia mempertanyakan Mengapa? Karena diantara prinsip-prinsip hukum adalah equal before the law (sama dan setara di mata hukum). Setiap warga negara berkedudukan sama di mata hukum (UUD45 pasal 27 ayat 1),

Kedua, dari sisi objektivitas hukum; maka penerapan hukum harus adil dan tanpa pandang bulu. Keadilan harus mencakup semua warga negara di bawah hukum dan undang-undang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penegakkan hukum yang adil semestinya berlaku untuk semua warga negara.

BACA JUGA:  Event Nasional Monster Road Ke- 10 Akan Digelar Di Garut*

Arbi meyakini pernyataan di muka Umum soal People Power yang diserukan oleh Eggie Sudjana dan Jokowi punya kepentingan dan latar belakang yang berbeda, “Eggie serukan People Power terkait dengan kecurangan pemilu yang di tujukan terhadap KPU dan juga Bawaslu. Sedangkan pada saat Jokowi bikin buku dengan judul “Jokowi, People Power” dan membentuk satgas People Power di Pilpres 2014 itu terdapat tekanan dan ancaman kepada TNI-Polri agar netral. “Ungkap Arbi.

Pada seruan People Power yang dilakukan oleh Eggie Sudjana itu, kata Arbi, bahwa Eggi membawa pesan agar pemilu berlaku jujur dan adil dan tanpa kecurangan. Sedangkan Buku People Power dan dibentuk nya Satgas People Power yang di lakukan oleh Jokowi bahkan terlihat dalam sejumlah foto-foto di medsos itu; Jokowi memakai Ikat Kepala bertuliskan “Satgas People Power”.

BACA JUGA:  Bupati Bogor Di Duga Sunat Dana Saksi Paslon Capres 01 Hingga Rp 1 Miliar

“Dari sisi isu soal People Power antara Eggie Sudjana dan Jokowi punya peran dan kedudukan yang berbeda. Eggie lakukaan seruan untuk sebuah pesan keadilan dan kejujuran terhadap penyelenggara pemilu yakni KPU bahkan Bawaslu. Sedangkan Jokowi dalam hal ini dapat dianggap sebagai tekanan politik untuk kepentingan kekuasaan. “Urainya.

Tentunya hal tersebut menjadi pertanyaan besar publik, mengapa pihak kepolisian Republik Indonesia memberlakukan hal yang berbeda terhadap Eggie Sudjana dan Jokowi? Tidakkah tindakan polisi sebagai penegak hukum seperti ini; dapat dianggap menciderai rasa keadilan di masyarakat bukan?

BACA JUGA:  LSM KPK Dumai Somasi PT Pertamina

Sebelumnya Eggie Sudjana di tangkap di tahan dengan tuduhan Makar? Sedangkan Jokowi tidak? Jika polisi sebagai penyelanggara negara dan penegak hukum yang adil dan profesional maka apa yang di lakukan terhadap Eggie Sudjana itu di berlakukan juga terhadap Jokowi. Polisi juga mesti menangkap Jokowi.

“Jika polisi tidak bisa lakukan tindakan terhadap Jokowi. Maka polisi juga tidak bisa lakukan tindakan sama terhadap Eggie Sudjana. Polisi harus segera membebaskan Eggie Sudjana secepat mungkin. “Desak Arbi.(Ardi/red)

Komentar