oleh

Muslim Arbi Nilai Ceteknya Argumen Petisi Pencopotan Anies Baswedan

Kabartoday, Jakarta – Argumen yang dipakai oleh kelompok sakit hati untuk lakukan berbagai upaya mendongkel Anies Baswedan dari Kursi Gubernur DKI sangatlah cetek sekali.

“Publik yang berakal waras membaca petisi dengan argumen cetek ini pastilah tertawa terbahak bahak. Moso gara-gara tiang bendera pakai bambu kecil dan sebagainya Gubernur di salahkan dan minta di copot. Tong.. tong mbo waras dikit ke. “Kata Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, Kamis (30/5/2019).

Arbi juga menyinggung mereka yang membuat petisi tersebut ada dibalik politik sakit, “Apa kalian lupa ketika pemenang lari sprint 100 m tingkat dunia yang di menangkan oleh M Zohri, dari Indonesia dan bendera pinjam dan di pasang terbalik itu; kalian tidak kritik mentri pemuda dan olah raga dan presiden dan mentri luar negeri? Kenapa waktu itu tidak bikin petisi. Copot Jokowi, menlu dan menpora karena tidak becus urus atlet yang bawa harum nama Indonesia di Dunia? “Urai Arbi.

BACA JUGA:  Fahri Bahas Zero Waste dan Isu Lingkungan Bersama Delegasi Norwegia

Lanjut Arbi mengkritisi soal tersebut, Lah soal tiang bendera bambu kecil dan sebagainya di jadikan alasan petisi copot Gubernur DKI?

Arbi juga sepakat dengan sikap Anies sebagai Gubernur yang menanggapi santai terhadap para pembuat petisi yang ngototnya kelewat batas itu. Untung Anies sabar dan cerdas hadapi kritikan via petisi itu.

Arbi memberikan apresiasi tinggi kepada Anies Baswedan dalam menyikapi gunjingan, menurutnya Anies pemimpin yang sangat diminati, dicintai dan dihargai rakyat. Dalam penyikapannya, Anies tak mengubris ocehan-ocehan sakit hati. Jika dibandingkan dengan yang lain-lain soal tanggapi kritikan Pemilu Curang dan Soal People Power, kemudian main tangkap dan dipenjara terhadap orang-orang yang di anggap kritis.

BACA JUGA:  Modus Ditawari Pekerjaan, Wanita Ini di Perkosa di Kebon Sawit Rangkasbitung

“Lagian ga mikir ya. Anies terpilih dengan suara jutaan. Masa mau di paksakan di pecat dengan suara ratusa ribu? Mbo ya kalau sekolah itu belajar matematika yang benar ke. Hehehe. “Ucap Arbi.

Menurut Arbi, Petisi itu hanya opini. Sedangkan suara pemilih itu Fakta. Pake UU dan aturan jelas. Masa mau paksakan petisi untuk pecat Gubernur dengan alasan cetek sekali itu.

“Kalau petisi itu diterima dan akomodir oleh Jokowi dan Cahyo. Ya. Sarua jeng yang bikin petisi. Ayo mikir ya waras. Jangan pake nafsu dan emosi belaka. “Kritik Arbi.

BACA JUGA:  Sistematis Gagal Total Tanda Tumbangnya Rezim Jokowi¬†

Arbi menyebut yang bikin petisi ini baru bangun tidur dan belum kumpul kesadaran sehat nya. Sehingga alasan secetek apa pun di pakai.

“Sebaik nya pembuat petisi itu kalau mau mudik dan ongkos kereta apalagi pesawat terbang yang lagi gila2an ini daftarkan diri Mudik Gratis oleh Pemrov DKI biar selamat sampai di Kampung halaman dengan sanak famili tanpa keluar ongkos. “Ulasnya.

Akhir nya mohon maaf lahir bathin di ucapkan bagi semua. Semoga yang mudik via Bis Gratis Pemprov DKI dapat berlebaran di Kampung Halaman masing-masing.(Op/red)

Minal Aidin wal Faidin.
Taqoballah minna wa minkum taqabbal ya kariim. Selamat Iedil Fitri 1440 H

Ibukota Negara, 30 Mei 2019

Komentar