oleh

Muslim Arbi Sebut Rusaknya Hukum di Indonesia Karena DIjadikan Alat Politik

Kabartoday, Jakarta – Kenetralan dan sudut pandang hukum di Indonesia sudah menjadi konsumsi politik. Hal itu dikatakan salah seorang anggota Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Hoax dan Korupsi (KAMAKH) di Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman, No 55 Jakarta Selatan, Sabtu (26/4/2019).

Arbi menilai Polri sudah masuk ranah politik dan bukan lagi sebagai institusi penegakan hukum yang berkeadilan. Menurut Arbi pernyataan yang dilontarkannya itu untuk membangunkan birahi supremasi hukum yang sesuai aturan agar kembali kepada titahnya bahwa hukum adalah panglima tertinggi.

“Contoh kecil, banyak laporan terkait penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan penguasa atau rezim saat ini, tetapi Polisi jarang menindaklanjuti berkas laporannya. Malahan yang sering di dapati adalah polisi hanya menerima laporan dan kemudian surat laporan itu menjadi kertas buat bungkus kacang. “Kata Arbi.

BACA JUGA:  Fadli Zon Sebut Fenomenal Emak-Emak Berpolitik Hanya Ada Di Rezim Ini

Keberadaannya di Polda Metro Jaya malam tadi, dikatakan Arbi bentuk tanggungjawab ia terhadap rekan sekaligus Ketua Advokad KAMAKH, Eggi Sudjana yang diperiksa penyidik Polda Metro Jaya guna memenuhi panggilan sebagai saksi atas pelapor Suriyanto, sesuai Nomor Panggilan: S.PGL/3364/IV/2019/Ditreskrimum, tanggal 25 April 2019, pukul 14.00 Wib.

Eggi Sudjana saat diperiksa di Polda Metro Jaya, atas panggilan saksi pelapor Suriyanto

“Eggi diperiksa sebagai saksi atas laporan Suriyanto dua pekan lalu, jadi bukan atas laporan kader PDIP Dewi Tanjung yaa. “tegas Arbi.

BACA JUGA:  Armed 07/155 GSS Beri kejutan kepada Polsek Bantar Gebang

Ia juga menyayangkan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap Eggi Sudjana tidak membatasi waktu, bahkan sampai larut malam dan ketemu pagi lagi.

“Kalau melakukan pemeriksaan terhadap terlapor, harusnya polisi memanggil terlebih dulu pelapor untuk dimintai keterangan lanjutan atas pelaporannya, kemudian baru dilakukan pemanggilan terhadap terlapor dan kalau dalam surat panggilannya itu, Eggi sebagai saksi. Kok pemeriksaannya sampai segituh lamanya yaaa, terhitung dari jam 2 siang hari Jum’at (26/4/3019) sampai jam 02.30 Wib dini hari Sabtu (27/4/2019), padahal polisi melihat kondisi seorang Eggi Sudjana dalam keadaan sakit. “beber Arbi.

BACA JUGA:  Babak I Catur Kapolres Buru cup, Kompol Bachri Hehanussa Kalahkan Pecatur Sabar

Dalam pemeriksaan tersebut, dijelaskan Arbi bahwa Eggi Sudjana didampingi kuasa hukumnya Pitra Romadhoni Nasution.

Video terkait

Sebelumnya dikabarkan Bidang advokad Pro Jomac, Suriyanto telah melaporkan Eggi Sudjana atas ucapannya ‘People Power’ dengan dugaan Provokasi yang diutarakan Eggi saat pidato di depan ratusan pendukung capres 02 Prabowo-Subianto di wilayah Jakarta Utara. Ucapan Eggi diasumsikan oleh Suriyanto cs telah mengandung unsur provokasi dan hasutan terhadap publik.(Op)

Komentar