oleh

Muslim Arbi Singgung Demokrasi Dalam Pagar Kawat Berduri

Kabartoday, Jakarta – Direktur Gerakan Perubahan (GP), Muslim Arbi singgung demokrasi dalam kawat berduri yang menurutnya tak elok di ucapkan.

“Demokrasi mesti di ruang bebas udara. Dan bukan ruang kedap suara. Karena demokrasi adalah ekspresi pikiran dan pendapat anak-anak manusia. Tentang hak-hak politik, dan sebagai nya. “Kata Arbi melalui via selullar, Selasa (18/6/2019) malam.

Diurai Arbi, demokrasi terkait pemilu adalah pemberian ruang seluas luasnya bagi warga negara untuk mendapatkan hak-hak politik secara aman dan damai dalam partisipasi kerangka berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA:  Di Jawa Tengah Dalam 1 TPS Apa Mungkin Ada 1119 Suara?

Lanjut Arbi, demokrasi tidak bisa di bendung oleh pagar kawat-kawat berduri di sekitar KPU dan MK. Karena melingkari Kawat berduri di KPU dan MK adalah upaya secara sengaja untuk menciptakan rasa horor dan ketakutan dalam suasana elegan dan harmonis.

Muslim Arbi

“Biarkan kantor KPU dan MK tanpa kawan berduri. Karena KPU dan MK adalah di antara simbol2 tegaknya demokrasi. “Ucapnya.

Arbi juga mempertanyakan dengan dibiarkannya KPU dan MK tetap di lingkari kawat berduri. Sesungguhnya di dalamnya mengandung ekpresi ketakutan dalam proses berdemokrasi. Bukankah massa damai yang mendatangi KPU juga Bawaslu dan sekarang MK tidak buat onar dan huru-hara?

BACA JUGA:  Mayat Wanita Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Cileungsi

“Kalau pun ada insiden 21-23 Mei di Bawaslu, dan menyisakan korban gugur dan luka-luka serta puluhan yang hilang itu by design bukan? Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Mohon di usut tuntas. “Pinta Arbi.

Arbi menilai massa aksi damai sudah mundur dan menyisakan massa settingan, maka lahirlah insiden berdarah di Malam Ramadhan itu.

Jika saja pikiran-pikiran pengamanan untuk proses dan jalannya demokrasi tidak di gelayuti oleh kawat berduri dan rasa ketakutan berlebihan. Niscaya demokrasi kita tumbuh elegan tanpa anarkisme.

BACA JUGA:  BW Usir Tim Pengacara KPU Masuk Ke ruangan Alat Bukti di MK
Ketua Tim Hukum Prabowo, Bambang Widjojanto Masuk ke MK Lewati Pagar Berduri

Tetapi kawat berduri sudah memagari insitusi-institusi penegak Demokrasi seperti KPU, Bawaslu dan MK. Maka demokrasi kita serasa horor yang mengerikan. Dan itu tidak perlu terjadi. Biarkan saja horor-horor itu hanya ada di alam fiksi dan cerita di film saja.

“Janganlah cerita-cerita horor di wujudkan pada kawat-kaeat berduri yang menciderai demokrasi kita. Semoga saja hanya fenomena Sesaat dan bukan selamanya. “ujar Arbi.(Op/red)

Komentar