oleh

Nulis di Facebook 200 Korban Jiwa Akan Melayang Saat Aksi 22 Mei Nanti, Pria Ini Diciduk Polisi

Kabartoday, Sulsel – Pria bernama Muhammad Aufar (29) seorang pegawai honorer Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan ini terancam enam tahun penjara akibat menulis di akun Facebook pribadinya yang memperkirakan ajakan people power akan memakan 200 korban jiwa 22 Mei mendatang.

Aufar diamankan di Jalan Adhyaksa, Kecamatan Panakukang, Makasar Sulawesi Selatan, pada Kamis (16/5/2019).

Dilansir kompas.com, penyidik Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, postingan Aufar yang diketahui pada 15 Mei itu bersifat menghasut serta menimbulkan ancaman untuk stabilitas keamanan nasional.

BACA JUGA:  Bongkar Data Kecurangan, IT BPN Tagih Janji Relawan Jokowi 100 Miliar

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani mengatakan pihaknya sudah print postingannya semenjak membuat ujaran kebencian ini, dan ini sangat berbahaya sekali untuk stabilitas keamanan nasional,” imbuh Dicky.

Dalam postingannya di akun Facebook yang bernama Muh Aufar Afdillah Alham, Aufar mengajak untuk tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu kesiapan KPU karena hal itu dari awal memang sia-sia.

BACA JUGA:  Bayi Ini Diselamatkan Oleh Anggota Prajurit Yonif RK 751/ VJS

Untuk itu, ia jauh lebih siap ikut gerakan people power pada 20 hingga 22 Mei mendatang.

“Diperkirakan memakan 200 korban jiwa nanti,” demikian tulisan di akun Facebook Muh Aufar yang telah dicapture oleh anggota polisi.

Aufar dikenakan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI. No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

BACA JUGA:  Indonesia Mencatat Sejarah, Hanya Majelis Pers Yang Bisa Merontokan Dewan Pers

“Yaitu setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) diancam dengan hukuman paling lama enam tahun,” kata Dicky saat menggelar konferensi pers, Jumat (17/5/2019) siang tadi.

Dicky menambahkan, selain hukuman enam tahun penjara. Aufar juga dikenakan denda sebesar Rp 1 miliar.(MAL/red)

Komentar