oleh

OK Henry Dan Buku – Buku Filsafatnya

Kabartoday, MEDAN – Baginya, bukan penghalang di masa Pensiun untuk tetap aktif menyerap Ilmu Pengetahuan dari berbagai Bidang melalui membaca. Khususnya membaca Buku Filsafat dan Hukum yang senantiasa menjadi Pedoman baginya dalam menjalani Hidup, berikut Kariernya selama ini.

Membaca Buku adalah kegemarannya dan selalu menjadi rutinitas yang tak pernah lupa Ia lakukan untuk membenahi diri dalam kehidupannya sehari – hari. Dan hal tersebut sudah mendarah daging baginya sejak saat usia muda.

Tentang ini, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Keluarga Melayu Langkat (PB IKMAL) DR Drs H OK Henry MSi, saat diwawancarai di Kediamannya belum lama ini mengatakan, bahwa membaca Buku, terkhusus Buku Filsafat dan Hukum adalah keharusan baginya, untuk menimba maupun menyerap Ilmu Pengetahuan dan menambah Perbendaharaan Ilmu, baik Sosial, Agama, Sejarah, Hukum, Pendidikan, Kebudayaan serta manfaat Umum lainnya. Sehingga, dirinya senang mengkoleksinya.

“Saya sangat senang membaca Buku, khususnya Buku Filsafat dan Hukum, untuk menyerap berbagai Bidang Ilmu Pengetahuan yang tercantum didalamnya, sebagai tolak ukur dalam menjalani hidup dan karier selama ini”, ucapnya.

OK Henry juga mengakui, jika kegemarannya membaca Buku tersebut, menurun dari keluarga besarnya, khususnya dari Sang Ayah. Mulai sejak tamat SMA, apalagi sejak dirinya dipercayakan oleh Pemerintah untuk turut sebagai bahagian dari Penyelenggara Pemerintahan di Daerah, seperti di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) hingga akhirnya memasuki masa Purna Bhakti dari Pemprovsu.

BACA JUGA:  Warga Kebon Kosong Kompak Lakukan kegiatan Positif

Dari hasil membaca tersebut, Ia banyak memahami tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan serta selalu bersinergi menjalankan tugas dan fungsinya selaku Aparat Pemerintah dengan tetap dan terus menjaga Integritas diri.

OK Henry bercerita, sesuatu yang berkesan baginya, adalah saat menjabat sebagai Sekretaris DPRD di Kabupaten Sergai. Disatu sisi pihaknya harus loyal dan patuh kepada Pemerintah Kabupaten Sergai, sementara disisi lain, pihaknya juga harus dapat memenuhi segenap unsur yang ada bagi kepentingan terlaksananya tugas – tugas para Anggota Legislatif dalam Roda Kepemerintahan.

Kondisi yang sama juga Ia temukan saat menjabat sebagai Kepala Inspektorat Provsu. Dimana, selaku bahagian dari Pelaksana Kepemerintahan, mengambil suatu kebijakan dalam melakukan Audit sangat diperlukan. Bukan hanya secara teknis, tetapi lebih kepada Pembinaan dalam konteks Penggunaan Anggaran dan Mental Spiritual, serta Akhlak Aparat Kepemerintahan.

Sehingga, dapat membentuk jajaran PNS atau ASN yang berdedikasi dan penuh tanggungjawab, Loyal serta Berintegritas. Hasilnya, menciptakan perjalanan Roda Kepemerintahan yang bersih atau Good Goverment, bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

BACA JUGA:  Kapten Inf I Made Sudiadnyana Pantau H -3 Penyelesaian Pembangunan Plesengan

Dengan berbekal Ilmu yang diserapnya dari membaca, khususnya Buku Filsafat dan Hukum Pidana, hal itu dapat dilaksanakannya sesuai dengan amanah jabatan yang diembannya.

Mantan Ketua Forum Inspektur Propinsi Seluruh Indonesia ini juga menjelaskan, Filsafat mencakup hal yang sangat umum, membahas tentang nilai akan baik – buruknya sesuatu, Estetika, Pengetahuan, dan Subjek Umum lainnya. Karena Filsafat membahas latar belakang sesuatu, apakah akan berpengaruh positif atau sebaliknya, adakah yang dirugikan ? Dan bagaimana seharusnya keputusan atau kebijakan yang dilahirkan untuk itu.

Sedangkan Hukum, tambahnya, sesuatu yang pantas untuk dipelajari dan diketahui, dalam rangka menempah diri sebagai Warga Negara dan Aparat Pemerintah yang taat hukum dan peraturan, supaya dapat menerapkannya di tengah – tengah masyarakat, agar terlaksana secara demokrasi dan adil.

Hal tersebut juga dijalankannya ditengah – tengah Masyarakat Melayu Langkat saat ini, dimana Dirinya telah mendapat kepercayaan memimpin suatu Wadah Budaya yang sangat memiliki Visi Misi dan Integritas Program kerja pada peningkatan Budaya dan Adat Istiadat Melayu serta Nuansa Religius, guna disandingkan dengan tingginya tingkat kemajuan pembangunan disegala bidang pada masa Milenial ini.

Pemilik Gelar Doctor dari Universitas Sumatera Utara dengan Tesis : Faktor – Faktor Penyebab Kemiskinan Dan Kaitannya Dengan Perencanaan Wilayah di Medan Utara ini juga mengatakan, membina dan memimpin suatu Wadah Kultur Budaya, yakni PB IKMAL, sangat memerlukan persiapan diri yang matang selaku Ketua Umum. Dalam hal ini, Budaya Melayu harus dilestarikan, tetapi juga harus dikembangkan sesuai dengan kemajuan Teknologi agar selaras dengan Perkembangan Zaman.

BACA JUGA:  KPK Akan Pasang Alat Perekam Transaksi di Sidoarjo Dalam Upaya Transparasi Penerimaan Pajak

Dibidang lain, Sumber Daya Manusia yang terdapat didalamnya, juga harus dibina menjadi Kultur Human yang dapat menanamkan jiwa dan semangat dalam mempertahankan dan melestarikan, serta mengembangkan Budaya Melayu agar tidak tergerus zaman. Juga memiliki dedikasi dan kualitas menjaga dan mengembangkan Budaya secara berkelangsungan.

Wakil Ketua 1 Sapu Bersih (Saber) Pungli Sumatera Utara ini juga menyebutkan, hal itu adalah sebagai suatu giat usaha mengingat sejarah Melayu sejak dahulu kala adalah bahagian dari NKRi. Dan berharap nantinya, konsep ini dapat melahirkan seta membangun Program Kerja yang bisa menjadikan Budaya Melayu sebagai tujuan Destinasi Wisata, Pendidikan maupun Sosial baik bagi Bangsa Sendiri maupun Internasional.

“Untuk memenuhi itu, maka Kita saat ini semakin berusaha memperbanyak Ilmu Pengetahuan secara umum dengan membaca, terkhusus bacaan Filsafat”, ucap OK Henry Sang Doctor Ilmu Perencanaan Wilayah USU ini mengakhiri Wawancara. (Okta)

Komentar