oleh

Oknum Perangkat Desa Usir Wartawan Pena Rakyat

Kabartoday, Sumenep – Pelecehan dan penghinaan profesi wartawan kembali terjadi. Kali ini pengusiran terhadap Erfandi alias Encung wartawan dari media Pena Rakyat di balai desa Kalianget Barat, kabupaten Sumenep, Kamis (9/5/2019).

Menurut keterangan Erfandi, persoalan tersebut terjadi setelah dirinya melakukan konfirmasi tentang revisi DPM Rastra Tahun 2019, yang di ajukan oleh desa kalianget barat, dikarenakan masyarakat Desa kalianget barat, masih banyak warga miskin dan Janda Lansia yang belum tersentuh oleh Bantuan Sosial (Bansos) PKH dan Bansos Rastra Tahun 2018-2019.

“saya gagal konfirmasi, terpaksalah keluar dari ruangan balai desa Kalianget Barat, namun sesampainya diparkiran, gak tau persoalannya apa…?, ada Rendi perangkat desa yang sedang berada di aula balai tau-tau berteriak melontarkan kata-kata yang kurang mengenakan kepada kami, “Ucap Erfandi.

BACA JUGA:  Ada 'Dugaan Pembuatan Drainase di Desa Curug Wetan tidak Sesuai RAB

Ucapan Rendi terdengar jelas ‘Kok gak di usir orang seperti itu, kok diterima kamu tin, orang itu gak tau apa, orang bengkel jadi wartawan, dengan menggunakan bahasa Madura, ‘(Mata’ e oje oreng enga’jeria, ma’ Deddi etarema be’na tin, je’ jeria tak Tao apa, je’ oreng bengkel Deddi wartawan)’ ucap Rendi sambil berteriak-teriak.’

BACA JUGA:  Tim Reskrim Polsek Kota Banyuwangi Gelandang Pelaku Penganiayaan Ibu RT

Kades Kalianget Barat kabupaten Sumenep, Suharto meminta permasalahan tersebut agar di dinginkan dan tidak dibesar-besarkan. Pihaknya meminta maaf terkait sikap arogan Rendi perangkat desanya.

“Demi terjalinnya hubungan yang baik antar pemerintahan desa dengan wartawan dan Masyarakat desa setempat, saya kepala desa Kalianget barat, berusaha untuk melakukan perdamaian antara dua pihak dirumahnya Erfandi, yang juga warga desa Kalianget barat. “Ulas Suharto, Kamis (9/5/2019) usai Tarawih.

BACA JUGA:  Masa PSBB Covid 19, Pembagian Sembako di Jakarta Berantakan

Tapi sangat disayangkan upaya dan harapan kepala desa masih terhina oleh Sikap Rendi, karena Rendi masih tidak bersedia untuk didamaikan setelah keduanya di suruh berjabat tangan oleh Suharto, yang di saksikan oleh dua wartawan yang juga sebagai Putra daerah kalianget.(Har/red)

Komentar