oleh

Oknum Perwira Polisi Pemilik 692 gram Ganja Tidak Jalani Assesment

Kabartoday, AMBON – Ipda UR alias U, oknum perwira pertama Polda Maluku yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba atas kepemilikan 692,67 gram ganja kering tidak akan menjalani assesment atau penilaian.

Pasalnya, oknum perwira berpangkat Inspektur Dua ini tidak disangkakan dengan pasal pengguna atau pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tetapi dijerat dengan pasal 111 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1).

Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat kepada media ini di ruang kerjanya Kamis (28/11).

“Dia (UR-red) tidak diikutkan dalam proses assesment. Karena dalam proses hukum penyidik tidak menjeratnya dengan pasal pengguna atau pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia disangkakan dengan pasal kepemilikan atau menguasai narkotika golongan I dalam bentuk tanaman yaitu pasal 111 serta pasal 114 karena dengan barang bukti sebanyak itu maka diduga berperan juga sebagai pengedar,” jelas Ohoirat.

BACA JUGA:  Geger Temuan Mayat Di Desa Balak Songgon, Diduga Korban Lakalantas

Dengan dikenakan Pasal 111 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 ini maka Ipda UR terancam hukuman minimal lima tahun penjara dan paling lama 20 tahun.

Selain menjalani proses hukum pada peradilan umum, Ipda UR juga menjalani proses sidang kode etik kepolisian. Ipda UR terancam hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat dari statusnya sebagai anggota Polri.

BACA JUGA:  Hakim PN Cibinong Bebaskan Pelaku Pencabulan, Alasannya Tidak Ada Yang Melihat Kejadian

“Namun untuk putusan sidang kode etik terhadap UR ini akan menunggu putusan pengadilan umum. Jika sudah ada putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap, barulah sidang putusan kode etik bisa dilakukan,” terang mantan Wadirreskrimum Polda Maluku.

Ohoirat yang pernah menjabat Kapolres Aru dan Kapolres Maluku Tenggara ini tegaskan siapa pun dia apalagi seorang anggota Polri yang terlibat kasus narkoba pasti diproses hukum dan tidak pandang bulu.

BACA JUGA:  Kongres Pribumi Indonesia Merebut Hak-Hak Sipil Boemipoetra

Ipda UR ditangkap personil Ditresnarkoba Polda Maluku Jumat (20/9) lalu sekitar pukul 13.00 WIT dengan TKP depan gudang perusahaan jasa pengirimab J & T, jalan Laksdya Leo Wattimena, Desa Nania, Kecamatan Baguala Kota Ambon. Saat ditangkap, dari tangan UR petugas mengamankan satu paket bingkisan berisi daun ganja kering seberat 692,67 gram.

Ipda UR yang saat ini ditugaskan ke Biddokkes Polda Maluku untuk menjalani pengobatan karena sakit telah ditetapkan sebagai tersangka dan sementara menjalani penahanan di rumah tahanan Polda Maluku. (Manuel)

Komentar