oleh

Oknum Polisi Beristri di Maluku Aniaya Mantan Pacar Hingga Luka Parah

Kabartoday, AMBON – Anggota Ditpolair Polda Maluku Brigadir Polisi Glen F Paliling diamankan Polres KepulAuan Aru. Oknum polisi beristri ini tega menganiaya seorang wanita ASW (30) yang diduga merupakan mantan pacarnya. ASW merupakan PNS Polda Maluku yang bertugas di Dokkes Polres Kepulauan Aru.

Tindak pidana penganiayaan ini terjadi Senin (6/1/2020) sekitar pukul 17.20 WIT dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kamar kost korban jalan Cenderawasih dekat SDN 6 Dobo Kepulauan Aru. Akibat penganiayaan ini, korban babak belur serta terluka parah. Korban dipukul pada bagian wajah sehingga mengalami luka bengkak. Kepala korban sebelah kiri mengalami luka robek akibat dihantam menggunakan piring. Korban juga mengalami luka robek di bagian paha serta kaki kanan karena tersayat pisau cutter.

Motif tindak pidana penganiayaan ini diduga karena pelaku cemburu terhadap korban yang merupakan mantan kekasihnya. Pelaku cemburu karena menduga korban memiliki pacar lain.

Informasi media ini tindak pidana penganiayaan tersebut berawal saat korban baru pulang dari kantor tempatnya kerja Senin (6/1/2020) sekitar pukul 17.20 WIT. Saat sampai di kamar kostnya, korban melihat pelaku sudah berada di depan kamar kost korban. Saat itu pelaku menggunakan celana pendek berwarna abu-abu dan baju kaos berlogo Polri.

Merasa sudah tak memiliki hubungan apa-apa dengan pelaku, korban meminta pelaku pulang meninggalkan kamar kostnya. Namun pelaku tidak mau pulang. Pelaku kemudian meminta handphone milik korban. Saat itu korban sempat berkeras enggan memberikan handphone-nya. Sempat terjadi tarik-enarik, namun pelaku berhasil merampas HP korban. Pelaku kemudian membuka isi HP korban. Setelah beberapa melihat HP korban, kemudian terjadi pertengkaran mulut antara pelaku dan korban. Ternyata adu mulut ini berakhir dengan tindakan penganiayaan pelaku terhadap korban.

BACA JUGA:  Jalan Amblas di Pulau Seram, Akses Transportasi Tiga Kabupaten Lumpuh Total

Sekujur tubuh korban babak belur dan terluka. Korban yang masih berpakaian dinas jatuh pingsan di dalam kamar kost. Sebagian pakaian korban basah dengan darah yang terus meleleh dari luka-luka yang dialami. Melihat korban jatuh pingsan, pelaku seperti tidak merasa bersalah. Dengan santainya pelaku malah menyulut sebatang rokok.

Namun saat melihat korban tak bergerak beberapa lama, pelaku mulai panik. Ia kemudian meminta bantuan seorang anggota polisi Briptu Simbolon untuk mengangkat korban ke atas tempat tidur. Namun Simbolon menyuruh pelaku membawa korban ke RSUD Dobo untuk mendapat pertolongan medis. Tak berapa lama, datang seorang anggota Propam Polres Kepulauan Aru Briptu Hamsa Badawi ke TKP. Mereka kemudian bersama-sama membawa korban ke RSUD Dobo untuk mendapat pertolongan medis. Bagian kepala kiri korban yang mengalami robek mendapat beberapa jahitan.

BACA JUGA:  Kapal Ikan Dibajak di Laut Aru, Dua ABK Tewas

Informasi yang beredar, pelaku dan korban sempat berpacaran beberapa lama di Ambon. Namun pelaku kemudian memutuskan menikah dengan wanita lain yang saat ini menjadi istrinya. Hubungan asmara keduanya otomatis putus.

Keberadaan korban di Dobo karena lulus seleksi CPNS Polda Maluku. Korban ditempatkan di Dokkes Polres Kepulauan Aru. Sementara pelaku yang merupakan anggota Ditpolair Polda Maluku di Ambon berada di Dobo karena meminta ijin dari atasannya dengan dalih urusan keluarga.

Terhadap kasus pidana penganiayaan ini, pihak Ditpolair Polda Maluku enggan memberi keterangan. Kabartoday yang menyambangi kantor Ditpolair Selasa (7/1/2020) di kawasan Lateri Kota Ambon tidak berhasil menemui Dirpolair Kombes Pol Harun Rosyid karena sedang mengikuti kegiatan di Lantamal IX Ambon. Wadir Polair AKBP Sigit Nurochmat Hidayat walaupun berada di Mako Ditpolair juga enggan ditemui. Lewat salah satu stafnya, Hidayat hanya berpesan karena kasusnya telah diserahkan ke Polda maka wartawan diminta untuk menghubungi Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat.

Ohoirat yang ditemui di Mapolda Maluku Selasa (7/1/2020) mengatakan saat ini pelaku Brigpol Glen F Paliling telah diamankan pihak Propam Polres Kepulauan Aru. Paliling pasti diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku sudah diamankan Polres Aru. Karena tempat kejadian di Aru maka proses hukumnya di Polres Aru,” ungkap Ohoirat.

BACA JUGA:  Nasabah BCA Metro Lampung Komplain, Dananya Tidak Bisa Ditarik

Ia tegaskan tindak pidana yang dilakukan anggota Ditpolair Polda Maluku ini tidak akan ditutupi. Proses hukum terhadap para pelaku pidana pasti dilakukan tanpa pandang bulu.

“Siapa pun dia baik itu anggota Polri maupun masyarakat sipil yang melakukan tindak pidana pasti akan diproses. Apalagi dia (pelaku-red) anggota Polri, pasti diproses,” tandas mantan Wadirreskrimum Polda Maluku ini.

Menurutnya, dengan memproses kesalahan anggota Polri, merupakan pembinaan pimpinan serta bentuk menghargai para anggota polisi lainnya yang masih banyak berbuat baik mempertahankan citra institusi kepolisian.

Ia tegaskan selain proses pidana umum, pelaku juga akan diproses disiplin internal. Bahkan bisa saja sampai pada proses Kode Etik Kepolisian.

“Antara pidana umum dan disiplin sudah pasti jalan. Nanti kita lihat lagi putusan pidana umumnya bagaimana lalu kita akan proses disiplin. Bisa saja sampai ke kode etik,” tegasnya.

Menyangkut pelaku yang merupakan anggota Ditpolair Polda Maluku di Ambon namun berada di Kota Dobo Kepulauan Aru, Ohoirat yang pernah juga menjabat Kapolres Kepulauan Aru serta Kapolres Maluku Tenggara ini katakan pelaku meminta ijin dari pimpinannya ke Dobo. Dalihnya karena ada urusan keluarga. Namun ternyata akhirnya terjadi peristiwa pidana yang dilakukan pelaku. (Manuel)

Komentar