oleh

Oknum TNI-AD Penjual 600 Peluru Untuk Jaringan KKB Papua Bakal Dipecat

Kabartoday, AMBON – Praka MS, anggota Kodam XVI/Pattimura yang bertugas di Yonif Raider 733/Masariku bakal di pecat. Dia diduga menjual 600 butir amunisi kaliber 5,56 kepada warga sipil. Terakhir didapat info, amunisi ini akan dipasok untuk keperluan logistik perang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Komandan POM Kodam XVI/Pattimura Kolonel CPM Johny Pelupessy menegaskan ancaman pemecatan Praka MS tersebut saat konferensi pers kasus penjualan senjata api (senpi) serta amunisi gelap di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Selasa (23/2/2021).

“Untuk masalah ini, sudah jadi perhatian dari bapak Kasad maupun bapak panglima (Pangdam XVI/Pattimura), bahwa yang bersangkutan apapun hukumannya,  tambahannya adalah pemecatan,” tegas Pelupessy.

BACA JUGA:  Dana BLT Kemensos di Banyuwangi Mulai Dicairkan

Ia katakan, pimpinan TNI tidak main-main jika ada anggota TNI yang menjual amunisi maupun menjual senpi, dengan maksud apapun juga, hukuman tambahannya adalah pemecatan.

Saat ini, Praka MS sudah ditahan di rutan Pomdam. Proses pemeriksaan masih terus dilakukan. Pihak Pomdam masih terus mendalami apa ada kemungkinan ada keterlibatan anggota lain untuk kepemilikan amunisi ini. Pasalnya, dengan jumlah kepemilikan 600 butir amunisi, diyakini Praka MS tidak “bermain sendirian.

“Yang bersangkutan sekarang sudah di tahan di Pomdam karena tadi malam (Senin malam) baru kita terima, sampai saat ini masih kita dalami, apa ada kemungkinan ada keterlibatan anggota lain untuk kepemilikan munisi ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Kenapa Program PKH Pemkot Bekasi Tak Menyentuh Warga Miskin Sunarsih

Informasi media ini, Praka MS diamankan petugas Intel Kodam XVI/Pattimura pada Minggu (21/2/2021) sekitar pukul 23.40 WIT di kediamannya Asmil Waiheru Ambon.

Praka MS alias M dengan NRP
31110568530992 adalah Wakil Komandan Regu 1 Peleton 1 Kompi Senapan B Yonif Raider 733/Masariku.

Selanjutnya, Senin (22/2/2021) pukul 8.00 WIT, Praka MS diinterogasi di Kantor Den Intel Kodam XVI/Pattimura di kawasan Air Salobar.

Praka MS diduga dua kali menjual amunisi kaliber 5,56 kepada warga sipil. Pada bulan November 2020 lalu, Praka MS menjual 200 butir peluru dengan total harga Rp. 500.000,-. Kemudian di bulan Januari 2021, Praka MS kembali menjual 400 butir peluru dengan total harga satu juta rupiah.

BACA JUGA:  Ahli Waris Tanah Temukan Titik Terang, Setelah Bertahun Tahun Dikuasai Oleh Oknum

Pelupessy katakan, Praka MS menjual seluruh amunisi tersebut kepada seorang warga sipil berinisial AT, yang saat ini sudah ditahan di rutan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Selanjutnya, AT yang beralamat di Hative Kecil ini menyerahkan semua amunisi tersebut kepada JJ untuk dibawa ke Papua. JJ sendiri akhirnya ditangkap Polres Bintuni. (Manuel)

Komentar