oleh

Oknum TNI AU Lanud Pattimura di Pusaran Kasus Senpi Ilegal ke Jaringan KKB Papua

Kabartoday, AMBON – Dugaan keterlibatan aparat keamanan dalam pusaran perdagangan senjata api (senpi) serta amunisi ilegal ke jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua ternyata tidak hanya oknum anggota Polri dan TNI Angkatan Darat saja.

Seorang oknum anggota TNI Angkatan Udara yang berdinas di Pangkalan Udara (Lanud) Pattimura diduga ikut andil dalam kasus ini. Dia diduga sebagai pemilik awal senpi laras pendek pistol jenis revolver standar Polri yang diamankan dari WT alias J, seorang warga sipil yang ditangkap Polres Bintuni, Polda Papua Barat pada Rabu (3/2/2021) lalu di daerah Bintuni.

Saat ditangkap, dari tangan WT alias J ini, polres Bintuni mengamankan satu pucuk pistol jenis revolver organik yang merupakan standar Polri, satu pucuk senpi laras panjang rakitan mirip senapan serbu SS-1, serta 600 butir amunisi tajam kaliber 5,56.

BACA JUGA:  Peringati HANI 2019, Sekda Optimis Kampar Bebas Narkoba

Dugaan kepemilikan pistol revolver oleh oknum anggota Lanud Pattimura ini terungkap dari “nyanyian” Bripka MRA anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease yang telah diamankan lebih dulu karena menjual pistol revolver tersebut kepada seorang warga sipil senilai empat juta rupiah.

Bripka MRA mengaku mendapatkan pistol revolver tersebut dari seorang anggota TNI AU yang bertugas di Lanud Pattimura Ambon.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang saat merilis kasus ini Selasa (23/2/2021) memang tidak mengungkapkan secara nyata bahwa Bripka MRA mendapat pistol revolver tersebut dari seorang oknum anggota TNI AU tersebut. Simatupang hanya mengatakan Bripka MRA mendapat pistol ini dari seseorang mitra yang lain.

BACA JUGA:  Warga Kamal Butuh Air Bersih, TRC Desak Anies Sikapi Kebutuhan Warganya

“Senjata ini dia (Bripka MRA) dapat dari seseorang dari mitra yang lain yang hingga saat ini masih dalam pengembangan untuk kepemilikan senjata api. Kemudian senpi ini diserahkan lagi oleh MRA kepada warga sipil saudara SM, yang kemudian oleh SM diserahkan kepada saudara J yang tertangkap di Bintuni,” jelas Simatupang.

Kata dari seseorang dari mitra yang lain yang diucap Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease ini diduga merupakan seorang oknum anggota Lanud Pattimura yang diungkap tidak secara nyata.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Sumut Komisi B Erni Ariyanti Sitorus Reses Di Desa Tanjung Pasir

Terhadap dugaan keterlibatan oknum anggotanya, pihak Lanud Pattimura hingga sekarang masih melakukan pendalaman serta pengembangan kebenaran informasi ini.

Letda Sus Yogi Tri Santoso,S.Hum, Kepala Penerangan Lanud Pattimura Ambon

“Sampai sekarang kita masih lakukan pendalaman dan pengembangan dulu,” ujar Kepala Penerangan Lanud Pattimura Letda Sus Yogi Tri Santoso yang dikonfirmasi media ini Rabu (24/2/2021) di Mako Lanud Pattimura Ambon.

Ia berjanji jika telah selesai pendalaman serta pengembangan informasi tersebut dan sudah ada titik terang, pihaknya akan menyampaikan kepada media.

“Kalau sudah fiks (hasil pendalaman dan pengembangan), mungkin akan disampaikan,” pungkasnya.

Ia mengaku belum bisa memberikan informasi lebih jauh karena saat ini pucuk pimpinan Lanud Pattimura tidak berada di tempat. (Manuel)

Komentar