oleh

Operasi Antik Siwalima 2019, Polda Maluku Tangkap Enam Pelaku Narkoba

-Daerah-3 views

Kabartoday, AMBON – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Ditresnarkoba berhasil memenuhi target yang diberikan Mabes Polri dalam pelaksanaan Operasi Antik 2019. Target Operasi yang diberikan kepada Polda Maluku haruslah bisa mengungkap lima kasus selama 10 hari pelaksanaan operasi Antik sejak 6 November hingga 16 November 2019.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohammad Roem Ohoirat jelaskan dalam rangkaian operasi Antik ini berhasil memenuhi target yang diberikan dalam bentuk Preemtif, Preventif maupun Represif. Sebanyak enam orang tersangka penyalahguna Narkoba ditangkap. Sementara barang bukti narkotika golongan I yang berhasil diamankan
antara lain 11 paket kecil ganja kering siap edar, dua paket besar ganja kering dengan berat total 1.996,05 gram serta 34 paket sabu siap edar.

“Selama pelaksanaan operasi Antik Siwalima yang dilaksanakan selama 10 hari di bulan November ini, aparat kepolisian berhasil menangkap enam orang tersangka penyalahguna narkoba serta sejumlah barang bukti jenis Narkotika golongan Ini baik ganja kering maupun sabu,” ungkap Ohoirat kepada awak media di ruang kerjanya Selasa (19/11).

BACA JUGA:  Korban Kebakaran di Ancol, Sudin SOS Jakut Siapkan 12.000 Porsi Makanan Per Hari

Enam tersangka yang ditangkap di empat lokasi berbeda ini dua orang sebagai bandar serta empat lainnya merupakan pengguna narkoba. Enam tersangka tersebut masing-masing Samidin Wally, Korneles Pisarahu, Yonas Leasiwal, Bertho Tahapary, Ari Wibowo Udi serta Hanafia. Keenam tersangka ini sementara menjalani proses hukum di Ditresnarkoba Polda Maluku.

Ohoirat yang pernah menjabat Kapolres Aru dan Kapolres Maluku Tenggara ini ungkapkan selain menangkap enam tersangka yang merupakan hasil penggunaan pola represif, dalam operasi Antik yang dipimpin Dirresnarkoba Polda Maluku Kombes Pol Cahyo Hutomo juga menggunakan pola Preemtif serta pola Preventif.

BACA JUGA:  Pesan Wagub Kalbar, Orangtua Harus Exstra Awasi Anak-Anak

“Penggunaan pola preemtif bertujuan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menangkal bahaya narkoba dan penyalahgunaannya dengan bentuk kegiatan preemtif. Sementara kegiatan Preventif bertujuan meniadakan bertemu, niat dan kesempatan para pelaku penyalahguna narkoba,” urai Ohoirat.

Calon kuat Walikota Tual periode mendatang ini beberkan selama operasi Antik digelar telah dilakukan sepuluh kali kegiatan Preemtif dengan sasaran rumah kopi, pangkalan-pangkalan ojek, sejumlah sekolah di Kota Ambon, kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) serta peserta Diklat Satpam di gedung Balai Diklat Pola Ambon.

BACA JUGA:  Di Bulan Ramdhan Pemkot Pontianak Sesuaikan Jam Kerja

Sementara kegiatan Preventif dilakukan sebanyak empat kali dengan cara melakukan razia pada tempat hiburan, penginapan-penginapan serta kendaraan roda dua maupun roda empat di Kota Ambon.

Ohoirat tegaskan sudah menjadi komitmen Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa bersama seluruh anggota Polda Maluku bahwa tidak boleh ada tempat untuk ruang gerak bagi pelaku narkoba di wilayah hukum Polda Maluku.

“Sudah jadi komitmen bapak Kapolda beserta seluruh jajaran yang menegaskan tidak boleh ada tempat untuk ruang gerak para pelaku narkoba di wilayah hukum Polda Maluku. Jika ditemukan, pasti akan dilibas habis,” pungkas Ohoirat. (Imanuel)

Komentar