oleh

Ozzy Sulaiman Sebut Budaya Korupsi Mengakar di Negeri Tersangka

Kabartoday, Jakarta – Korupsi telah menjadi budaya bodoh orang indonesia, dari anak SD samapai S3, hingga lulus, kerja dan menjadi pejabat berkuasa, bahkan pengusaha besar ataupun kecil juga ikut korupsi.

Budaya korupsi memang telah mendarah daging dan akan sulit dihilangkan, kecuali ada rekontruksi Negara yang valid dan dapat diterima masyarakat, ketidakadilan inilah yang mengawali budaya korupsi.

Hilangnya budaya rasa malu kian hari kian pudar, karna segala kebutuhan hidup para pejabat belum terbayarkan, bahkan urat malupun sudah putus oleh syahwat yang begitu rakus, tak peduli rizki hasil haram, asal diam-diam tidak ketahuan….

Hanya Budaya malu inilah yang mampu memfilter sifat dan karakter bangsa ini, yang semestinya perlu dilestarikan, sebagai pusaka warisan leluhur yang taat dan patuh pada kultur, tradisi peninggalan nenek moyang kita bangsa yang berbudi luhur, bermartabat penuh tafakur.

BACA JUGA:  Pupuk Jiwa Patriotisme dan Cinta Tanah Air, Polsek Giri Peringati HUT ke 74 RI

mungkin tak menyangka atau menduga bahkan tercengang ketika mata dan telinga kita setiap hari disuguhkan oleh media-media Atas tertangkapnya “Para bedebah” itu…..!!!

Seperti sirkus badut penuh lelucon, berakrobat dipasar malam, sebagai pelepas lelah hiburan ahir pekan….

Ada mantan pejabat yang harap-harap cemas membuat hidup jadi ngga waras, ketar-ketir seperti takut tersambar petir, menggangu istirahatnya tidur disiang bolong, walau ketika bangun tinggal menikmati sisa kontrak hidup yang sebentar lagi berahir , slalu terbelenggu dibayangi oleh dosa perbuatan dimasa lalu….

BACA JUGA:  Jaksa Mendakwa Bos Hotel Kuta Paradiso Berikan Keterangan Palsu

Ada juga yang baru belajar coba-coba korupsi untuk beraksi, namun na’as nasibnya terciduk OTT KPK lagi, sebuah malapetaka bagi keluarga..lalu mengeluh dijebak alasan politik, dengan tersenyum penuh munafik…

Dan masih banyak lagi tabir yang belum terungkap, atau sebaliknya tertutup oleh “Politik-Cinta” yang penuh kasih sebagai bentuk balas budi….? atau…… mungkin sama-sama mengetahui rahasia masing masing pribadi, sebagai alumnus satu perguruan tinggi di “Fakultas-Korupsi”, dan tanpa disadari semua tinggal menghitung hari.

Gugur satu tumbuh seribu, semua tinggal menunggu… kini hanya soal waktu, satu persatu mulai tertuju karna KPK terus memburu, jangan harap sembunyi dibalik lugu, tetap tersenyum walau tanpa rasa malu.

BACA JUGA:  Tim DVI Polda Banten Identifikasi Forensik Lima Siswa Tenggelam

kalau saja negara yang subur makmur ini, adil menyirami jasmani anak negeri…. para pejabat tidak berkhianat agar tidak terlaknat, dan semua para penegak Hukum berkomitmen pada bangsa dan negara terutama pada hatinya, untuk tidak korupsi, setidaknya budaya korupsi mulai ditinggali, karna buat apa lagi.. semua sudah tercukupi.

‘Lalu untuk apa lagi ada lembaga pemberantasan Korupsi?’ Pertanyaannya… apakah ini semua hanya mimpi atau sebuah harapan semangat anak negri denga penuh kesadaran untuk mengabdi pada ibu pertiwi, sebelum nafas diujung mati….(Op/red)

Komentar