oleh

Pamit Pulang ke Jateng, Ditemukan Tewas di Kebun Jeruk

Kabartoday, BANYUWANGI – Warga Dusun Krajan, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwa gi Jawa Timur, dihebohkan dengan temuan mayat. Belakangan, diketahui bahwa sosok mayat tersebut berjenis kelamin laki laki bernama Maryadi (47), seorang pelancong asal Grobogan, Jawa Tengah. Jenazah almarhum ditemukan tewas di kebun jeruk oleh warga.

Keterangan yang berhasil dihimpun media ini, Maryadi sejatinya lahir di Banyuwangi pada 16 Februari 1972 silam. Namun setelah menikah dia menetap di Jawa Tengah. Korban berada di tanah kelahirannya dalam rangka berlebaran di kediaman keluarga besarnya di Dusun Krajan RT 01 RW 03 Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring.

Kapolsek Cluring Iptu Bejo Madreas menuturkan, Maryadi tiba di Banyuwangi, Sabtu 08 Juni 2019. Selang sehari, sekitar pukul 09.00 WIB, korban pamit pulang ke Jawa Tengah diantar keponakannya yang bernama Feri Verdian, hingga di Simpang Tiga Cluring, dekat Sate Bagong untuk menunggu bus.

BACA JUGA:  RSUD Soedono Cek Kondisi Gadis Lumpuh Asal Madiun
Aparat kepolisian Sektor Cluring menunjukkan TKP penemuan mayat Maryadi

“Ternyata korban ini tak sampai di Grobogan, justru ia diketahui meninggal dunia di kebun jeruk milik kerabatnya pada Kamis 13 Juni 2019, sekitar jam 06.00 WIB,” terang Iptu Bedjo Madreas, seusai evakuasi di TKP.

Tumilah, kakak kandung korban, sempat bertanya kepada istri Maryadi, apakah adiknya sudah tiba Grobogan. Namun jawaban istri korban mengejutkan, karena Maryadi belum tiba di Jawa Tengah.

“Istrinya bilang belum sampai. Lha kok, hari ini korban malah ditemukan meninggal dunia di kebun jeruk milik kakaknya sendiri, yaitu Pak Tumilah,” beber Iptu Bedjo Madreas.

BACA JUGA:  Bupati Kampar Lantik Direktur RSUD Bangkinang

Saat ini korban telah dimakamkan di TPU Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring. Pihak keluarga menerima atas kematian korban dan menolak seruan outopsi yang diminta aparat Polsek Cluring. Kematian Maryadi dianggap oleh pihak keluarga sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum.

“Pihak keluarga bersedia membuat surat pernyataan penolakan outopsi. Setelah itu jasad korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” lanjut Kapolsek dengan dua balok kuning emas di pundak ini.

Hasil pemeriksaan medis dari petugas Puskesmas Benculuk, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Diduga Maryadi meninggal sekitar 3 hari lalu. Beberapa kartu identitas milik korban, seperti KTP, SIM dan uang tunai Rp 1,6 juta utuh.

BACA JUGA:  Jubir BPN Undang Duta Besar Negara Luar dan Pakar IT Ungkap Fakta Kecurangan Pilpers 2019

“Keterangan dari keluarganya, yang bersangkutan (korban), memiliki riwayat sakit lambung dan malaria,” beber Iptu Bejo Madreas yang juga mantan Kanitlantas Polsek Rogojampi ini.

Pasangan Suwarno (60) dan Suparmi (50), adalah penemu jasad korban untuk pertama kalinya. Pasangan suami istri asal Dusun Krajan, Desa Tamanagung, ini hendak membersihkan kebun jeruk miliknya yang bersebelahan dengan kebun jeruk milik Tumilah.

Ketika itu keduanya melihat mayat lelaki tertelungkup di bawah pohon jeruk. Pasutri itu kemudian mengabarkan kepada warga, perangkat sehingga didengar aparat Polsek Cluring yang datang menggelar olah TKP.(HS)

Komentar