oleh

Panti Pijat Yani Belum Kantongi Ijin Tapi Sudah Berani Beroperasi

Kabartoday, Bekasi,- Subarnas S.sos camat Serang baru merespon cepat laporan warganya, terkait “dugaan panti pijat tradisional “Yani” yang  melakukan praktik prostitusi terselubung di wilayah Kp. Langkap lancar, Desa Sukargam, Serang baru, Kabupaten bekasi, Jum’at, (9/10/2020).

Satpol-PP melalui Kasi Trantib bernama Jahuri menindaklanjuti dugaan izin yang belum di kantongi oleh usaha panti pijat “YANI” tersebut, dengan disaksikan oleh pemilik ruko.

BACA JUGA:  Cegah Penularan Wabah Corona, Makmun Murod Cek Kesehatan Warga



“Kami mempertanyakan ijin usahanya, dan berdasarkan informasi yang kami terima ada “dugaan bahwa panti pijat ini disalahgunakan, makanya kami cek, “ujar Jahuri kepada awak media.

Masih sambungnya, ini baru langkah awal himbaun karena masih ada toleransi kepada pengelola panti, belum kita berikan penindakan. kita suruh buat pernyataan dari kecamatan, jika 30 hari belum mengantongi izin resmi pihak Satpol PP akan ditutup usahanya,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi ke pengelola panti, YN mengatakan, “ada pak, memang masih dalam pengurusan, yang ngurus orang dari kepolisian, YN memyebut JK inisial oknum tersebut.

Anak dari pemilik ruko yang disewa oleh YN menjelaskan, Saya tidak melarang usaha tersebut, yang terpenting dilarang adalah “minuman Keras” terlebih praktek plus-plus yang meresahkan masyarakat, jika benar yang bersangkutan melanggar, ya mereka harus pindah, karena tidak menyepakati kesepakatan awal, “ujar anak pemilik ruko.(Tom)

BACA JUGA:  Pengamat Politik: SBY Jangan Over Acting Dong

Komentar