oleh

PARAAAHHH… Lurah Nambo Jaya Cuekin Warganya Yang Terdampak Banjir

Kabartoday, Kota Tangerang – Bencana banjir yang melanda hampir disejumlah wilayah Indonesia telah menjadi central informasi publik. Wilayah yang juga menjadi titik parah banjir ada di Kota Tangerang.

Warga Pondok Aren Tangerang yang terdampak banjir keluhkan minimnya pendistribusian bantuan yang diterimanya. Mereka juga menyebut Lurah Nambo Jaya, Karawaci Kota Tangerang cuek dan acuh terhadap kepekaan sosial lingkungan.

Warga terdampak banjir menduga bantuan yang ditimbun pihak kelurahan Nambo Jaya belum disalurkan kepada mereka, bahkan mereka keluhkan minimnya alat kebersihan yang pendiatribusiannya terkesan tidak merata.

BACA JUGA:  Suara.com Publish FPI dan Pemprov DKI Restui Nasi Campur Babi, Rumah Makan Emanuel Tebet Minta Maaf

Sebut saja Hendra warga Pondok Arum yang menjadi korban terdampak banjir. Diketahui bahwa tempat tinggalnya tidak jauh dari Kantor Kelurahan Nambo Jaya, di Blok B7, RT 02 RW 06, Kelurahan Nambo Jaya. Namun ia menyesalkan tidak adanya bantuan dari pihak Kelurahan Nambo Jaya. Bahkan, saat banjir datang tidak ada tim evakuasi dari kelurahan yang terjun ke warga.

“Kalau kita mau minta bantuan, mereka bilang harus koordinasi dengan RW, gimana mau koordinasi, rumah Pak RW aja kebanjiran,” ucapnya saat ditemui wartawan, Kamis (2/1/2020) lalu.

BACA JUGA:  Tiga Koramil Jajaran Kodim 1504/Ambon Gelar Bhakti Sosial Kebersihan

Berdasarkan fakta dilapangan, bantuan yang datang untuk warga yang terdampak banjir sangat terbatas dan membuat bingung di tengah kondisi darurat saat itu.

“Ini pun kemaren bantuan baru datang alat kebersihan dan serokan satu buah. Ada juga bantuan Indomie waktu Sabtu lalu (4/1), itupun terbatas, kita harus datang ke Kantor Kelurahan. Jangankan datang, rumah aja kelelep, ”ungkapnya.

Sementara, Koordinator Gerakan Pemuda Peduli Bangsa (GPPB), Umar Atmaja mengaku, prihatin atas kejadian bencana banjir yang melanda Kota Tangerang. “Seharusnya Lurah tanggap atas warganya yang terkena musibah banjir untuk dievakuasi, beri makanan dan pada saat pasca banjir salurkan alat-alat kebersihan. Bukannya korban banjir disuruh datang ke kelurahan untuk minta dibantu, gimana mau datang, rumah mereka ajah kelelep 1 meter. “Ulasnya saat dikonfirmasi, Senin (6/1/2020).

BACA JUGA:  AKP Didik dan Warga Ikut Memadamkan Bara Api Yang Masih Menyala Pasca Insiden Kebakaran SMK Yadika 6

Umar menilai kinerja Kelurahan Nambo Jaya sangat buruk dalam penanganan pasca banjir melayani warganya. Ketidakbecusan seorang kepala kelurahan tersebut sangat tidak layak memimpin warga Nambo Jaya Pondok Aren.

Sampai berita ini diturunkan, Lurah Nambo Jaya belum bisa dikonfirmasi lantaran dengan alasan sibuk dengan giat-giatnya.[]Op/red

Komentar