oleh

PBNU Gandeng Perusahaan Azerbaijan Investasi di Indonesia

JAKARTA – Bertepatan dengan tanggal lahir Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Said Aqil Siradj, lima orang perwakilan salah satu perusahaan terbesar di Azerbaijan, Ant Group dan Evrascon , datang bersilaturahmi ke PBNU, Rabu (3/7/2019). Mereka mengutarakan niat untuk menanamkan investasi di Indonesia.

Ant Group dan Evrascon merupakan perusahaan besar yang bergerak dibeberapa negara dan menjadi salah satu perusahaan yang menjalankan proyek MRT, jalan tol, jembatan dan proyek infrastruktur lain di Azerbaijan, Rusia, dan negara Eropa lain. Karena pengalaman mereka yang panjang, mereka tertarik berinvestasi di Indonesia dengan jumlah hingga ratusan juta euro.

Said Aqil menyatakan menyambut baik keingin Evrascon untuk berinvestasi di Indonesia. Beliau memiliki ikatan secara pribadi dengan Azerbaijan dan mendukung penegakan syariat Islam dinegara yang selama puluhan tahun tergabung dalam Uni Soviet ini.

BACA JUGA:  H.Ahmadi Terpilih Menjadi Ketua BPC PHRI Sidoarjo Periode 2019-2024

“Saya sudah pernah mengunjungi Azerbaijan dan telah bertemu dengan Imam Besar disana. Bahkan NU melalui perwakilannya di DPR mendukung Azerbaijan dalam konflik wilayahnya di Nagorno-Karabakh,” jelas pria yang akrab disapa Kyai Said ini.

Said juga berpesan kepada investor ini untuk percaya untuk berinvestasi di Indonesia karena NU selalu berusaha mempertahankan kesatuan Indonesia dan anti radikalisme.

“Indonesia aman dan bagus untuk berinvestasi, kami Nahdlatul Ulama selalu menjaga keutuhan Bangsa Indonesia dan kami menolak paham radikalisme. Puluhan juta warga NU, tidak ada satupun yang terlibat dalam aksi terorisme Karena NU berpaham Ahlusunnah Wal Jama’ah yang moderat,” tambahnya.

BACA JUGA:  Lion Air Group Turunkan Harga  Jual Tiket Di seluruh Jaringan

Lebih lanjut beliau menyatakan akan lebih baik jika investor ini bekerjasama dengan pengusaha dan menggunakan pekerja dari Nahdlatul Ulama.

“Alhamdulillah ini baru pertama ada investor dari Azerbaijan yang akan bermitra dengan pengusaha-pengusaha Nahdlatul Ulama,” ujar Kyai Said mendukung investor dari negara Islam tersebut.

Untuk diketahui, perusahaan besar Eropa tersebut hadir ke Indonesia atas undangan dari pengusaha Nahdlatul Ulama, Witjaksono. Witjaksono telah menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan besar Eropa tersebut sejak lama melalui jaringan bisnisnya.

BACA JUGA:  Pemprov DKI Gulirkan Program Pangan Bersubsidi ke JIC

“Kami bersyukur atas hadirnya investor dari Azerbaijan ini, semoga ini menjadi pintu awal dari masuknya investor dari negara-negara Islam lain seperti Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab. Ini akan menjadi angin baru dan segar bagi perekonomian nasional. Sesuai dengan program Pak Jokowi serta K.H. Ma’ruf Amin selama 5 tahun mendatang,” tegas Witjaksono dalam menyambut arus baru ekonomi Indonesia.

Witjaksono menjadi inisiator program perjalanan (Muhibah) bisnis PBNU keluar negeri untuk mempertemukan pengusaha Indonesia dengan para investor serta pengusaha diberbagai penjuru dunia, dalam rangka mendukung arus baru ekonomi Indonesia. (PR)

Komentar