oleh

Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Jalani Sidang Perdana

Kabartoday, Bekasi – Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi jalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (11/3/2019).

Haris sang terdakwa mengaku emosi lantaran dihina korban hingga akhirnya terdakwa menghabiskan nyawa satu keluarga. Hal itu di utarakan Faris Rahman selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan dakwaan Haris di depan Majelis Hakim.

Kronologis kejadian dibeberkan JPU, bahwa sebelumnya terdakwa Haris datang ke rumah saat diminta istri Daperum (korban) yang bernama Maya Boru Ambarita. melalui pesan singkat WhatsApp yang berisi, ‘kamu datang sekarang, besok kita mau belanja ke Tanah Abang jam 7 pagi.’

“Saya (terdakwa) disuruh datang kerumah korban oleh istrinya Daperum pada hari Senin, 12 November 2018 sekitar pukul 14.00 WIB, “kata Jaksa sesuai dakwaan yang dibacakan diruang PN Bekasi.

BACA JUGA:  Usut Tuntas Mafia Tanah, Polda Banten Bentuk Satgas Khusus

Lalu Haris datang ke rumah korban di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi pukul 21.00 Wib.

Haris (terdakwa) lalu mengetuk pintu rumah korban, dan yang membukakan pintu yaitu anak Daperum yang bernama Maya Sarah Marisa.

Haris pun masuk ke dalam rumah korban dan mengobrol dengan korban di ruang keluarga sambil menonton televisi.

Saat pukul 23.30 WIB, terdakwa mendengar kata-kata tidak enak yang diucapkan Daperum kepadanya, ‘ Nginap atau nggak? Kalau mau nginap nanti enggak enak sama abang kita Doglas’.

BACA JUGA:  Yusril Baca Ayat Al Qur'an di MK, Tengku Bilang Itu Untuk Dirinya Sendiri

Kemudian korban Maya berkata kepada terdakwa “terserah mau nginap atau enggak, soalnya ini bukan rumah kita, kita cuma numpang di sini,’ kemudian, Daperum berbicara dengan istrinya Maya, ‘sudah tau kamu kalau nginap di sini abang saya enggak suka’.

Kemudian Daperum Nainggolan berkata kepada terdakwa dengan bahasa Batak yang artinya ‘kamu tidur di belakang aja kayak sampah kamu!’

Ucapan Danperum inilah yang membuat korban emosi dan marah-marah. Lalu ia berpikir untuk menghabisi nyawa satu keluarga ini.

BACA JUGA:  LSM KPK Dumai Somasi PT Pertamina

atas dakwaan tersebut, haris sebagai terdakwa mengaku telah membunuh Daperum beserta istrinya dengan sebuah linggis. Sementara dua anak Daperum, yaitu Sarah Marisa Putri Nainggolan (9) dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan (7), dicekik hingga tewas.

Haris di dakwa dengan dakwaan primair pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dan pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHPidana tentang pencurian.

Kemudian jaksa juga mendakwa Haris dengan dakwaan subsdair pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dan pasal 363 ayat (1) ke-3 tentang pencurian. Serta Haris juga didakwa dengan dakwaan lebih subsidair pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.(Tom/red)

Komentar