oleh

Pemdes Batu Penyu Fasilitasi Proses Amdal PT Bintang Delapan Enam

Kabartoday, Babel – Pemdes Batu Penyu  Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur Babel telah memfasilitasi konsultasi publik terkait proses Amdal PT Bintang Delapam Enam dengan warga. Dalam pelaksanaan tersebut, Kepala Desa Philipturi, Bsc., menjelaskan pihaknya membuka diri bagi para investasi yang juga tak lepas dari pertimbangan Amdal.

“Pada prinsipnya, kami mendukung adanya investasi di desa ini, namun kami juga mempertimbangkan dampak Amdal yang menjadi permasalahan umum, untuk itu, prosesnya kita serahkan ke warga. “Ucap Philip, Jum’at (14/2/2020).

Kades juga menjelaskan di Desa Batu penyu telah tercatat akan adanya perencanaan imvestasi lain yang prosesnya sudah berjalan. Ia juga merinci hal-hal penting yang berkaitan dengan investasi tersebut.

“Kedepannya kita sudah rencanakan budidaya tambak udang dan perkebunan sawit. Namun tidak lepas dari proses pertimbangan yang menyangkut lingkungan menjadi perhatian khusus kami. “Ulas Kades.

BACA JUGA:  Limbah FABA Mengusik Warga Desa Kisik

Sementara Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Hartoyo menyatakan evaluasi keterlibatan masyarakat dalam proses amdal akan dibentuknya tim pemilaian. “Nantinya kita akan bentuk tim penilai amdal. Tim tersebut ada dari perwakilan masyarakat yang di tunjuk warganya, dan selanjutnya akan diproses ke kabupaten, apabila proses kajian amdalnya sudah dibuat, akan di ajukan ke Bupati. “Papar Hartoyo.

Keterkaitan investasi yang menyangkut permasalahan amdal, Ketua BPD Suhasmendi angkat bicara. Ia memberikan kesempatan kepada masyarakat yang hadir untuk menyampaikan unek-uneknya sehingga pertimbangan yang mengerucut kepersoalan amdal dapat segera teratasi.

“Masyarakat memiliki peran penting dalam permasalahan tersebut. Ssbaiknya segala bentuk unek-unek terkait amdal dipaparkan dirapat ini. “Ulas Suhasmendi.

BACA JUGA:  Promo Wisata Ambon, Polda Maluku Bakal Gelar TdAM II

Dalam rapat konsultasi publik proses amdal tersebut, dijelaskan juga oleh Oktavianus anggota BPD Batu Penyu bahwa warga menilai adanya ketidaklayakan pembangunan ditambang. Menurutnya lahan tersebut merupakan eks tambang. Hal yang menjadi alasan penting bahwa wilayah tersebut berada 1 meter diatas permukaan air laut.

“Menurut kami tidak layak tambang lagi, alasan-alasan kami sudah jelas, karena takut dengan Azab. Rusaknya lingkungan dan permasalahan yang muncul nantinya dikuatirkan menimbulkan dampak yang besar. “Tegas anggota BPD Batu penyu Oktavianus.

Hal senada juga disampaikan Pajri seorang warga Batu Penyu. Ia mempertanyakan, apakah pihak PT Bintang Delapan Enam berani membuat MOU dengan lembaga usaha dan cabang olahraga sebagai anak angkat perusahaan yang berada di desa Batu Penyu dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian lingkungan dan kesejahteraan cabang olahraga?

BACA JUGA:  Ketua LSM Gebrak Dukung Kejari Banyuwangi Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT PBS

Konsultan amdal PT Bintang Delapan Enam menyambut atas saran dan kritikan, ia menjelaskan terkait keberadaan tambang 1 meter diatas permukaan air laut akan menjadi catatan PT Bintang Delapan Enam. Ia juga menjelaskan dalam proses kajian amdal dan mengenai usulan dampak ekonomi maupum program olahraga sebagai anak angkat perusahaan, nantinya akan dibicarakan ke pihak perusahaan.

“Kami telah mencatat semua usulan dan saran dari semua yang hadir disini. Apabila ada masukan dan usulan tambahan lainnya, silahkan sampaikan ke kami. Semua kendala akan kami minimalisasikan. “Pungkas Kuntoro. []Pjr

Komentar