oleh

Pemilik PT Nusa Indonesia Jadi Buah Bibir Warga Seram Utara

Kabartoday, Jakarta – Sihar Sitorus disebut-sebut banyak media orang yang masuk dalam jajaran terkaya di Indonesia.

Pemilik perusahaan PT Nusa Indonesia ini diriwayatkan pernah bersekolah di Seram Utara Raya.

Sebelumnya. PT Nusa Indonesia seperti membawa angin segar, bahwa negeri ini pasti sejahtera, namun pada kenyataannya justru warga Seram Utara disingkirkan. Bahkan usut punya usut, legalitas PT. Nusa Indonesia dipertanyakan.

Persoalan diatas berdasarkan akta notaris untuk pembagian hasil panen kelapa sawit  70:30,  yang dimana perusahaan 70 dan 30 untuk mitra sampai saat inj belum dibayar oleh PT Nusa Indonesia dari tahun 2015 sampai sekarang.

BACA JUGA:  Hak Interpelasi Kandas, Pertanda Lonceng Kematian Kinerja Dewan

Adapun yang dilakukan oleh PT Nusa Indonesia adalah penyerobotan lahan Marga/adat dari Marga Halamury dan Marga Masanya berkisar 160 Hektar yang telah ditanam kelapa sawit.

Dari kasus ini hanya ada dua pilihan untuk perusahaan Nusa Indonesia membayar hasil panen atau mengembalikan lahan Marga atau mitra.

Al Aksara Makatita, sebagai koordinator aksi, melibatkan ratusan peserta warga Maluku yang digelar di jalan Bakti, kelurahan Rawa Barat, kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hari ini, Senin (8/4/2019).

Dari analisis Al Aksara Makatita ada dugaan “main mata” antara elite Malteng denganya PT Nusa untuk membiayai kepentingan politik salah satu kandidat dalam perhelatan politik kemarin. Sejak beroperasinya pada tahun 2008 PT Nusa Indonesia tidak memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat Seram Utara Raya. Hadirnya perusahaan membawa konflik baru dalam tatanan masyarakat dan tidak ada tanggung jawab sosial.

BACA JUGA:  Seorang Wanita Tewas Tertabrak Kereta Api di Depan Polsek Waru Sidoarjo

Belakangan disinyalir perusahaan ini banyak memiliki aset yang sangat berharga mulai dari universitas, lembaga pendidikan dan lembaga kesehatan.

Janji-janji perusahaan kepada masyarakat Seram Utara khususnya Pemuda dan Pemuda dalam mengenyam pendidikan tinggi yang layak ternyata sebatas omong kosong.

Kehadiran PT Nusa Indonesia terjadi 18 kali banjir selama januari hingga awal april 2019. Bulan Januari ditahan ini sudah sembilan kali ditimpa banjir dan memasuki awal bulan April tiga kali banjir berturut- turut.

BACA JUGA:  Polisi Gagalkan Aksi Begal di Jalan Citra Raya

Untuk itu PT Nusa Indonesia sudah dikategorikan perusahaan berbahaya di Maluku dan Indonesia. PT Nusa Ina juga melakukan pelanggaran ketentuan PP No 38 tahun 2001 pasal tentang sungai.

Maka Himpunan Mahasiswa Pemuda Adat Maluku(HMPAM) menyampaikan kepada presiden direktur sekaligus pemilik perusahaan PT Nusa Ina, mengatakan ada dugaan penyerobotan lahan, adalah bohong, PT Nusa Ina pembagian hasil panen dengan mitra/pemilik lahan.

HMPAM juga menyatakan agar PT Nusa Ina, segera mengembalikan lahan adat dan penjarakan Sihar Sitorus (pemilik PT Nusa Ina).(Bbg)

Komentar