oleh

Pemilu 2019 Catatan Memprihatinkan, Tulis Sandiaga di Akun Facebooknya

kabartoday, Jakarta – Cawapres 02 Sandiaga Uno menulis di akun Facebooknya soal keprihatinannya terhadap Pemilu 2019.

Dalam tulisannya, Sandi sangat miris di pesta demokrasi lima tahunan rakyat Indonesia yang sedang di jalani saat ini menorehkan sejumlah catatan yang memprihatinkan.

Yang pertama dan utama, banyaknya keluarga yang harus kehilangan orang tua, dan sanak saudara. Lebih dari 500 petugas penyelenggara Pemilu wafat. Lebih dari 3.000 orang lainnya dirawat.

Kita berdoa, semoga yang wafat semoga husnul khotimah, yang sakit segera disembuhkan, dan korban jiwa tidak terus bertambah.

BACA JUGA:  Jelang Tahun Baru 2020, Ancol Gandeng Dishub dan Transjakarta Berlakukan Sentral Parkir

Dengan pahit kita harus menerima kenyataan, inilah Pemilu paling mematikan sepanjang sejarah Indonesia. Suatu pelajaran yang amat mahal yang harus kita jadikan bekal bagi perbaikan penyelenggaraan Pemilu di waktu-waktu mendatang.

Kedua, kita juga mencium aroma politik uang yang sangat tajam, tertangkapnya ratusan ribu amplop yang disiapkan untuk serangan fajar yang melibatkan pejabat tinggi BUMN dan pejabat tinggi pemerintahan.

Rakyat sebagai pemilik kedaulatan telah dibuat terlena, bukannya memilih sesuai hati nurani, tetapi dipaksa atau setengah dipaksa memilih yang memberikan iming-iming uang. Ini sungguh-sungguh menciderai demokrasi kita.

BACA JUGA:  Mantan Hakim Ini Jual Sapi Datang ke Jakarta Ikut Aksi Damai di MKĀ 

Ketiga, bila kita tarik ke belakang, saya mengalami sendiri sepanjang masa kampanye hingga menjelang pemungutan suara, kita merasakan betapa banyak kejanggalan dan ketidakadilan yang kami alami, yang tidak ditangani dengan baik oleh penyelenggara Pemilu maupun pihak-pihak yang berwajib. Mulai dari sulitnya perijinan, tempat yang dipindah-pindah, hingga dipersulitnya akses untuk masyarakat ke titik acara.

BACA JUGA:  Sandiaga: Hormati Keputusan MK, Jauh Bermakna Dari Sekedar Ucapan Selamat

Kami juga menaruh simpati pada rekan-rekan media yang mengalami tekanan untuk tidak memberitakan berbagai kecurangan. Kita juga menyaksikan upaya sistematis melemahkan suara oposisi, penangkapan aktivis, hingga kriminilisasi para ulama.

Namun, meskipun rintangan terus menghadang, saya, Pak Prabowo Subianto bersama rakyat Indonesia tidak akan pernah lelah berhenti berjuang dan menegakkan kebenaran dan keadilan. Saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk terus berjuang sekuat tenaga, sampai titik darah penghabisan, menjaga kedaulatan rakyat.(Ann/red)

Komentar