oleh

Pemilu 2019 Potensial Carut Marut

Kabartoday, Jakarta – Barisan Masyarakat Peduli Pemilu Adil dan Berintegritas yang terdiri dari ‘RGP, API, APPSI BKMT, APTSI, DSKS, LASKAR TPS, BARISAN SAKSI UMAT, USTADZAH PEDULI NEGERI, FORSAP, TUWAI, TPM, dan Bina Bangun Bangsa‘ mengadakan seminar bertempat di Ruang KK III (Ruang Rapat Komisi III), Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3/2019)

Adapun thema diskusi publik, Selasa (26/3) pagi kali ini ‘Menuju Pemilu Adil & Berintegritas‘:

Bongkar Carut Marut DPT!, Acara dimulai pukul 10.30 sd pukul 13.00 dengan menghadirkan nara sumber;

BACA JUGA:  Diterima Prabowo di Kertanegara, Garda PAS Undang Panen Raya

Prof. M. Amien Rais ( Keynote Speech), Fahri Hamzah, Chusnul Mariyah Ph.D, Prof. Karim Suryadi, Dr. Rocky Gerung, Dr. Adhyaksa Dault, Agus Maksum, dan lainnya.

Dalam seminar tersebut dipandu oleh Dr. Marwan Batubara sebagai moderator.

Menurut Wasekjen Bina Bangun Bangsa Suta Widhya SH, selain daftar pemilih tetap (DPT), yang juga harus diaudit adalah sistem dan IT nya yang harus diwaspadai. Karena menurut Suta semua rentan dengan kecurangan di sana-sini sebagaimana menjadi kekuatiran umum di masyarakat.

BACA JUGA:  Promosikan Kawasan KBN Gelar Wedding Expo 2019

“Miris sekali menjelang Pemilu 2019 yang tinggal hitungan hari. Bayangkan saja dengan pagu anggaran kurang lebih 24 triliun, dimana masa depan demokrasi, bangsa dan negara, jadi pertaruhannya. Semua dari anggaran rakyat, tetapi semua itu dipertaruhkan oleh dan untuk rakyat. Jangan sampai kita ini mau tertipu dengan slogan Pemilu jurdil tapi ternyata ‘jauh pangang dari api’. “Kata Suta mewaspadai.

KPU ibarat sebagai EO harus profesional dan akuntabel. Pengakuan Ketua KPU adanya hacker yang sering mengganggu KPU setiap jam jangan sampai diabaikan. Kalau tidak mampu, bubarkan/ganti semua personelnya. Diganti dengan yang berintegritas dan sesuai kompetensinya. Pandangan Suta untuk Pemilu 2019 kesiapan EO KPU terlihat lemah sekali khususnya dalam mengungkapkan Daftar Pemilih Tetap.

BACA JUGA:  Sebut Omnibus Law Berpotensi Jadi Penyebab Waktu Kerja yang Eksploitatif, Serikat Pekerja Beberkan Alasannya

Amien Rais membuka Seminar dengan mengatakan bahwa meski ada rekayasa manusia, namun Allah SWT adalah maharekayasa. Meski orang yang Merekayasa senang sementara itu, namun Allah lah yang bijaksana dalam memberikan ganjaran atas perilaku curang.(Op/red)

Komentar