oleh

Pemkab Bekasi diminta Tegas Tindak Kandang Ternak Milik Yayasan Al Hanif Diduga Tidak Memiliki Izin

Kabartoday, Bekasi,- Bisa dibayangkan kedepannya nanti seperti apa?, bila Kandang ternak berapa didekat pemukiman warga. “apa yang terjadi, pencemaran udara akibat dari kotoran yang dikeluarkan oleh hewan tersebut bisa mengakibatkan, bau busuk yang menyengat, penyakit ISPA, dan penyakit kulit yang akan menghantui warga sekitar kandang, terutama balita dan anak – anak, “ujar salah satu warga Kampung Cikoronjo Setu, Desa Sindang Mulya,Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (28/11/2019).

Yayasan Al-Hanif yang berlokasi di Perumahan Mutiara Bekasi Jaya. Membangun aktivitas peternakan kandang sapinya ditengah-tengah pemukiman masyarakat di Kampung Cikoronjo Setu, Desa Sindang Mulya,Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dan ini berdampingan dengan perumahan besar seperti Perum Mutiara Bekasi Jaya Dan Sindang Asri, dengan adanya aktivitas peternakan kandang sapi ditengah hunian padat penduduk. ini jelas akan membuat masyarakat merasa tidak nyaman,

Saat awak media menyusuri lokasi dan  mewawancarai salah seorang pegawai yang kita temui di lokasi kandang ternak beberapa hari lalu mengatakan, “Kandang ini sudah beroperasi 2 bulan, ini kandang untuk penggemukan sapi, dan ini milik orang yayasan Al Hanif, “kata pegawai Ternak Yayasan Al Hanif. Tim media melanjutkan dengan menyambangi kantor Desa Sindang Mulya yang bertujuan untuk mengkonfirmasi kepada Lurah Sindang Mulya R Selphia Indriyani SE. terkait prosedur perizinan yang di miliki oleh Yayasan tersebut,

BACA JUGA:  TNI AL akan Mencatat rekor MURI 2019 Tanam 100.012.500 Bibit Mangrove

“Ibu lurah tidak ada mas, sedang rapat di Pemda, “ucap Reni pegawai staf Desa kepada wartawan.

Kamipun langsung mengkonfirmasi kepada Lurah Sindang Mulya R Selphia Indriyani SE. melalui telepon selular, “Kami belum bisa komentar mas, karena kita belum ada laporan dari warga ke saya maupun ke desa, “tulisnya melalui pesan WhatsApp (27/11/19).

BACA JUGA:  In Memoriam Sang Aktivis GUNTUR 49, Ucok si Anak Hilang

“Memang sekarang belum terlalu bau, Kita juga merasa khawatir dan merasa takut akan dampak yang di timbulkan di lingkungan,karena posisi bangunan kandang sapi tersebut berada dekat dengan pemukiman warga,”ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Diduga kandang sapi tersebut tidak memenuhi persyaratan ketentuan maupun perijinannya, sesuai peraturan pemerintah telah mengeluarkan ketentuan-ketentuan tentang peraturan pembuatan kandang dengan harus memperhatikan ketentraman masyarakat, selain harus memenuhi perijinannya, pihak perusahaan juga harus memperhatikan kesehatan hewan ternaknya, seperti yang telah di uraikan dalam Kitab Undang-Undang No 18 Tahun 2009,Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

BACA JUGA:  M Syafi'i Sebut Kapolda Sumut Menggiring Opini Provokasi Publik Soal Capres

Aktivitas kandang sapi ini sudah berjalan berbulan-bulan, namun sangat di sayangkan hingga saat ini pihak Aparat Desa pun belum mendapat keluhan dari warga tentang berdirinya kandang peternakan tersebut. (Tom)

Komentar