oleh

Pemkab MBD Serahkan Kartu BPJS Kepada Balita Penderita Gizi Buruk

Kabartoday, AMBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Barat Daya menyerahkan kartu peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada Marsya Unitly (4), balita penderita gizi buruk asal Desa Wakpapapi, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten MBD.

Penyerahan kartu peserta BPJS Kesehatan dilakukan istri Bupati MBD Ny Relly Lobloby/N mewakili Pemkab MBD kepada keluarga Marsya Unitly di Ambon Selasa (4/12). Kartu BPJS Kesehatan ini diterima oma Salomina Unitly, yang selama ini mengasuh Marsya saat sakit hingga sekarang. Selain untuk Marsya Unitly, bersamaan juga diserahkan empat kartu BPJS kesehatan kepada anggota keluarga Marsya sesuai nama yang tertera dalam Kartu Keluarga.

“Kalwedo (istilah adat masyarakat MBD-red) Marsya, saya serahkan ini oma, sesuai nama di kartu keluarga yang diserahkan. Ini ada kartu BPJS buat Marsya dan keluarga,” ujar Ny Relly saat menyerahkan lima kartu BPJS kepada oma Salomina Unitly.

Selain menyerahkan kartu peserta BPJS Kesehatan, Ny Relly juga memberikan uang tunai sebagai tali asih untuk membantu biaya transportasi keluarga untuk pulang kembali ke MBD.

Ia jelaskan, Marsya harus kembali ke MBD untuk mengikuti proses pengobatan dari awal karena hasil diagnosa terakhir ternyata ada penumpukan cairan di kepala Marsya. Untuk mengikuti program pengobatan BPJS, maka harus ada rujukan dari fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama (puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik perorangan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan) yang sesuai dengan pada kartu BPJS Kesehatan.

BACA JUGA:  Kapolres Jakbar Pimpin Upacara Korp Raport Periode 1 Juli

“Marsya harus kembali mengikuti proses pengobatan dari awal terkait cairan dikepala maka Marsya harus kembali ke MBD,” terang Relly.

Istri Bupati MBD Ny Relly Lobloby/N menggendong Marsya Unitly (4) balita penderita gizi buruk didampingi Ela Takaendengan (CEO media Cahaya Nusantara.com) dan ibu Salomina Unitly

Saat menyerahkan kartu BPJS ini, perempuan nomor satu di Kabupaten berjuluk Bumi Kalwedo ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini memberikan bantuan kepada anak Marsya dan keluarga. Ia berharap, kedepan di waktu mendatang tidak ada lagi kejadian kasus gizi buruk terhadap anak-anak di Kabupaten MBD.

“Di kesempatan ini juga saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu anak Marsya selama ini. Harapan kami semoga kedepan tidak akan ada lagi kejadian seperti ini bagi anak-anak Maluku di Maluku Barat Daya,” harapnya.

Relly ungkapkan tidak ada motivasi lain membantu Marsya dan keluarga dengan kesulitan yang dialami. Hanya karena naluri seorang ibu yang menggerakan hati Relly untuk membantu meringankan beban keluarga Marsya.

“Saya ke sini atas naluri saya sebagai seorang ibu, bagi masyarakat Maluku Barat Daya. Tidak ada motivasi lain. Sebagai seorang ibu yang juga punya anak, saya sangat memahami dan mengerti bagaimana kesulitan beban yang harus dipikul keluarga anak Marsya ini. Ini yang membuat saya tergerak hati untuk membantu,” tutur Relly.

BACA JUGA:  Polda Maluku Beri Bantuan Keluarga Korban Bentrokan di Latu, SBB

Ia akui tempat tinggal Marsya di Desa Wakpapapi, Kecamatan Babar Timur di Kabupaten MBD berada di tempat yang pelayanan kesehatannya belum maksimal karena rentang kendali serta terbatas tenaga kesehatan. Olehnya itu, Relly meminta pemerintah daerah terus berusaha memperbaiki pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kita akan terus mendorong Pemda MBD lewat dinas kesehatan untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Walaupun penuh tantangan terutama soal tentang kendali. Kita berharap Pemda mengajak semua pihak terutama kepala desa dan perangkatnya untuk proaktif meningkatkan pelayanan kepada masyarakatnya. Apalagi seperti adi Marsya yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan,” tandasnya.

Relly tuturkan proses pembuatan kartu BPJS kepada Marsya berawal saat dirinya mendapat informasi dari saudari Ela Takaendengan, seorang pekerja jurnalis yang juga CEO media online Cahaya Nusantara.com bahwa anak Marsya mengalami gizi buruk dimana setelah gizinya normal, ada cairan dikepala Marsya yang harus dilanjutkan pengobatannya namun terkendala biaya.

“Karena Marsya dan keluarga ini adalah masyarakat MBD maka adik Ela minta kepada saya untuk menyampaikan kepada Pemda MBD membantu proses pembuatan Kartu BPJS kepada anak Marsya. Maka hal tersebut saya sampaikan kepada pak Bupati untuk bantu proses pembuatan BPJS buat Marsya dan keluarga dengan instansi terkait. Puji Tuhan Bulan November kemarin Kartu BPJS ini sudah ada dan hari ini saya mewakili Pemda MBD berkesempatan menyerahkan langsung kartu BPJS ini kepada anak Marsya dan keluarga,” jelas Ketua tim penggerak PKK Kabupaten MBD ini.

BACA JUGA:  Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan Belum Terungkap, Kini Kantor PWI Aceh Tenggara Jadi Sasaran Kedua

Sambil menggendong Marsya, istri Bupati MBD Benyamin Noach ini berharap dengan diberikannya Kartu BPJS ini, semoga membantu Marsya mendapat pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi atas gangguan kesehatan yang sementara dialami.

Terhadap bantuan ini, ibu Salomina Unitly mengaku tidak menyangka akan ada perhatian Pemda MBD terhadap kondisi cucunya. Ia gembira cucunya telah memiliki kartu peserta BPJS bantuan Pemda MBD sehingga akan bisa mendapat pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Pasalnya selama ini mereka membawa Marsya ke rumah sakit dengan status pasien umum. Hal ini sangat memberatkan dari sisi keuangan karena kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan.

Marsya Unitly diketahui menderita gizi buruk pada akhir Mei 2018 lalu. Saat itu, korban difasilitasi pihak Polda Maluku dievakuasi ke RS Bhayangkara di Ambon untuk mendapat pelayanan kesehatan. Kapolda Maluku saat itu Irjen Pol Andap Budhi Revianto sangat respek membantu Marsya. Ia bahkan sempat menjenguk Marsya saat mendapat perawatan di RS Bhayangkara. Saat itu, kondisi Marsya sangat menyedihkan karena diusia tiga tahun, berat badan Marsya jauh dibawah standar normal untuk anak seusianya.

Kini, kondisi berat badan Marsya mulai berangsur pulih walaupun belum memenuhi standar. Namun ada permasalahan baru yang dialami keluarga karena hasil diagnosa terbaru, Marsya mengalami penumpukan cairan dikepala. (Manuel)

Komentar