oleh

Pemuda Malteng Tewas Dikeroyok Lima Pemuda Ambon

Kabartoday, AMBON – LW, pemuda asal dusun Waitetes desa Makariki Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah meregang nyawa setelah dikeroyok lima pemuda warga Kota Ambon.

LW yang berusia 23 tahun ini tewas di Rumah Sakit Bhayangkara Ganti Ambon Sabtu (13/7) pukul 08.00 WIT. Korban tewas dengan sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh akibat tindak kekerasan yang dilakukan lima pengeroyoknya.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ipda Julkisno Kaisupy mengungkapkan korban tewas akibat tindak pidana kekerasan bersama yang terjadi Sabtu (13/7) sekitar pukul 02.00 WIT dengan TKP di jalan setapak RT 002/02, Perumahan Pemda 1 Kelurahan Tihu Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon.

Ipda Julkisno Kaisupy, Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease

“Ada tindak pidana kekerasan bersama yang diduga dilakukan lima warga pada Sabtu dinihari. Dari peristiwa ini, korban pengeroyokan tewas sekitar enam jam kemudian di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku,” jelas Kaisupy Minggu (14/7).

BACA JUGA:  Tanggapi Pertanyaan Tim Hukum KPU Hakim Konstitusi 'Jangan Diributkan'

Ia katakan, kasus kekerasan bersama ini proses hukumnya ditangani Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease setelah menerima laporan polisi yang dilaporkan keluarga korban.

Lima pelaku pengeroyokan yaitu HW, MIB, KML, JU dan RA telah ditangkap untuk menjalani proses hukum. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke ruang tahanan Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease kawasan Perigi Lima Kota Ambon.

Kelima pelaku tersebut yaitu HW (28), JU (19) dan RA (19) ketiganya warga dusun Batu Pagar Desa Rumah tiga dusun Kecamatan Teluk Ambon. Kemudian MIB (25), warga Perumnas RT 001/002 Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon dan KML (24) warga Kampung Jawa Tantui Kelurahan Pandan Kasturi Kecamatan Sirimau.

HW, salah satu pelaku pengeroyokan

Kelima pelaku ini dijerat dengan pasal 170 ayat 2 KUHPidana dan atau pasal 351 ayat 3 junto pasal 55 KUHPidana. Mereka terancam hukuman penjara selama 12 tahun.

BACA JUGA:  Jaringan Pembobol Bank, Dengan Foto Copy Yang Di Edit, 25 Milyar Lenyap

Kronologi peristiwa ini ungkap Kaisupy berawal saat ada pelaksanaan pesta Jumat malam (12/7) di rumah keluarga La Jaia di Perumahan Telkom RT 004/02, Kelurahan Tihu Kecamatan Teluk Ambon. Pada Sabtu dinihari (13/7) pukul 02.00 WIT terjadi keributan di lokasi pesta dimana korban LW bersama dua orang temannya yang masih belum diketahui identitasnya melakukan pemukulan terhadap HW (salah satu pelaku-red) bersama tiga rekan pelaku lainnya yaitu RI, YU dan MU. Sampai saat ini, penyebab korban memukuli HW belum diketahui pasti.

Mengetahui HW dikeroyok korban dan rekan-rekannya, para pelaku kemudian mencari korban dan mengejarnya untuk membalas perlakuan korban. Saat dikejar, dua rekan korban berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor meninggalkan korban seorang diri.

Korban berupaya menyelamatkan diri dengan berlari ke arah kawasan RT 002/002 perumahan Pemda. Namun malang bagi korban karena para pelaku berhasil mencegahnya di salah satu lorong jalan setapak. Di tempat ini, para pelaku tanpa ampun menghajar korban. Pengeroyokan ini berhasil dilerai dua warga setempat. Namun saat itu kondisi korban sudah sangat parah.

BACA JUGA:  2 Kali Jadwal, Anggota Dewan Tetap Banyak Mangkir, LKPJ Bupati Karo Kandas
TKP Pengeroyokan di RT 002/002 Perumahan Pemda 1 Kelurahan Tahu Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon

Tak lama kemudian datang personil polisi dari Polsek Teluk Ambon. Mereka kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat pertolongan medis. Namun karena kondisi korban cukup parah, tindakan para medis tidak mampu menyelamatkan korban. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pukul 08.00 WIT.

Terhadap korban hanya dilakukan visum luar karena keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

Kasus ini kemudian dilaporkan keluarga korban YW (54) ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Hanya selang beberapa jam saja, personil Buser bersama unit 1 Reskrim Polres Ambon berhasil menangkap lima pelaku pengeroyokan di beberapa lokasi berbeda.

Selain memeriksa beberapa saksi, pakaian korban telah diamankan sebagai barang bukti dan meminta hasil visum. (MAL)

Komentar