oleh

Pengacara BPN: Stop Drama Politik, Jokowi-Ma’ruf Sudah Kalah 

Kabartoday, Jakarta – Pengacara BPN, Ilal Ferhard, SH mengatakan upaya penangguhan penahanan Mustofa Nahrawardaya dan Lieus Sungkharisma sudah di kabulkan penyidik Reskrimum Polda Metro Jaya beberapa pekan lalu. Namun Ilal menyayangkan penangguhan Eggi masih terkatung-katung. Bahkan penyidik masih memprosesnya hingga saat ini.

“Untuk Eggi memang kasusnya agak berbeda dengan Mustofa dan Lieus. Eggi sendiri kata penyidik sudah mengantongi 2 alat bukti, terlepas itu, kami dari BPN terus mengupayakan agar proses penangguhan Eggi bisa berjalan seperti yang sudah-sudah di kasus Mustofa dan Lieis. “Kata Ilal di Restoran Bumbu Desa Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Terkait Soenarko dan Kivlan Zen, dikatakan Ilal, BPN juga sudah mendorong penangguhan terhadap 2 Jenderal Purnawirawan TNI AD itu, meski awalnya kedua Jenderal Purnawirawan yang ditahan di rutan POM Guntur sudah akan dikabulkan untuk ditangguhkan, namun kembali ditunda.

BACA JUGA:  Klarifikasi Kapolsek Bantar Gebang Terkait Video Pembubaran Resepsi Di Kota Bekasi

“Soenarko dan Kivlan kan tokoh, terlebih mereka adalah eks militer, tentunya ada atensi para petinggi, ketentuan-ketentuan itu kita hormati. Kita tidak bisa memaksa, tetapi kita berharap Kapolri segera membebaskan mereka, seperti yang dikatakan Presiden Perdamaian dunia, bahwa mereka yang ditahan itu adalah para tokoh bangsa ini, dan itu harus dibebaskan meski proses hukum tetap berjalan. “Ucap Ilal.

Ilal mengatakan meskipun proses hukum masih berjalan, Soenarko dan Kivlan harus dibebaskan. Ilal juga menyebut perisitwa itu hanyalah drama politik kepanikan yang berlebihan.

“Ya Polri harus membebaskan mereka meskipun proses hukum masih berjalan, kan nanti semua ada di pembuktian di pengadilan. Lagian mereka yang dituduhkan makar, makar dengan siapa? presidennya kan belum ada, dan belum dilantik, inikan terlihat kental nya drama politik kepanikan. “tegas Ilal.

BACA JUGA:  Kapolri Silaturahmi dengan Kepala Staf AL dan Kepala Staf Umum TNI di Mabes TNI

Dikatakan Ilal bahwa perisitiwa penangkapan dan penahanan para aktivis maupun para tokoh dan jenderal purnawirawan hanya drama politik yang diatur sedemikian rupa dengan opini dan framing hoax hingga berujung adanya tuduhan hoax, rencana pembunuhan, senjata api ilegal dan penggerakan massa untuk makar.

Ilal juga menilai framing tersebut dibuat dengan sedemikian rupa bahwa Jokowi-Ma’ruf Amin memang sudah kalah dalam pertarungan Pilpers 2019, namun mereka mengemas sedemikian rupa tuduhan ke kubu Prabowo-Sandiaga dengan berbagai cara, dan terkesan publik akan percaya bahwa kubu 02 memang kalah dan melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum.

“Stop lah drama politik seperti itu, karena saya menilai kubu 01 Jokowi-Ma’ruf Amin memang sudah kalah, tapi mereka mengemas kembali drama politik untuk dijadikan framing bahwa kubu 02 yang kalah, lalu menimbulkan hoax, makar, dan lainnya. “Beber Ilal.

BACA JUGA:  Perekam dan Penyebar Video Penggal Leher Jokowi Ditangkap

Tuduhan terhadap Eggi Sudjana, Kivlan Zen, Soenarko, dan Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob menurut Ilal hanya sebatas settingan drama politik yang mengambil sudut buangan atau mengkambing hitamkan sebagai biang otak dan dalang di aksi 21-22 Mei lalu.

Langkah BPN dijelaskan Ilal akan membuktikan kecurangan Pilpers 2019, namun diluar itu, BPN juga membantu pihak-pihak yang sedang berproses hukum dengan melihat etika dan prosdeural yang ada sehingga tidak terjadinya miss dan benturan terhadap pihak-pihak yang juga ikut membantu dalam proses tersebut.

“BPN hanya sebatas menjamin teman-teman yang sedang diperkarakan polisi, namun untuk selebihnya kami kembalikan ke advokadnya masing-masing, karena ada etika hukum juga. “Ulas Ilal.(Ann/red)

Komentar