oleh

Penyelundupan 8,2 Kilo Sabu dan 18.762 Inex Digagalkan Polisi

Kabartoday, Kalbar – Ditresnarkoba Polda Kalbar, menggagalkan penyelundupan 8,2 kilogram sabu dan 18.762 butir ekstasi asal Malaysia. Modus operadinya adalah barang haram tersebut dibawa melalui jalur laut yang akan dibawa ke Sei Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan lima orang tersangka, empat laki-laki berinisial MJ (35), Bad (36), Isk (43), UF (34), dan satu perempuan berinisial IS (37) istri tersangka MJ.

Kapolda Kalbar, Inspektur Jenderal Didi Haryono, di Mapolda Kalbar, Senin (15/4/2019) menjelaskan, pengiriman sabu-sabu dan ekstasi dalam jumlah besar ini, terungkap ketika pada Senin (8/4/2019) pukul 09.00 WIB, Timsus Direktorat Narkoba Polda Kalbar, memberhentikan kendaraan roda dua MJ. Kemudian, ditemukan sabu-sabu dan ekstasi di dalam dua tas ransel.

BACA JUGA:  Pernyataan Polisi Atas Kematian Parulian Hutapea

“Tim Ditresnarkoba Polda Kalbar melakukan pengembangan. berdasarkan pengakuan tersangka MJ, bahwa istrinya masih menyimpan sabu dan pil exstasi di rumahnya di kawasan Desa kuala Ambawang, Setelah diperiksa, hasilnya ditemukan sabu-sabu dan ekstasi, “ungkap Didi.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan tiga tersangka lainnya, UF, Bad dan Is, yang membawa barang haram itu melalui jalur laut menggunakan Kapal Motor Rajawali Laut IV.

BACA JUGA:  Bupati Kampar Lantik Tim Ahli Bangunan Gedung Kabupaten

Adapun barang bukti yang diamankan, di antaranya narkotika jenis sabu-sabu seberat 8,2 kilogram, ekstasi 18.762 butir, empat buah handphone, satu unit kendaraan roda dua, dan satu unit KM air dari kayu sebagai sarana pengangkutan untuk penyelundupan barang haram tersebut.

Dikatakan Didi, dengan kembali terungkapnya penyelundupan narkotika jenis sabu dan ekstasi tersebut, membuktikan Kalbar memang rawan peredaran narkotika jaringan internasional.

Sementara itu, tersangka UF mengakui, dalam sekali pengiriman barang haram itu pihaknya mendapat upah sekitar Rp22,5 juta atau sebesar 2.500 RM, dan biasanya upah tersebut diterima penuh setelah barang sampai di tempat tujuan.

BACA JUGA:  Humanitas Petugas Dishub Kedepankan SOP

“Kami membawa sabu-sabu dan ekstasi tersebut dengab menempuh perjalanan sekitar 24 jam dari perairan perbatasan Malaysia tujuan Sei Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Kami menyesal telah melakukan perbuatan melanggar hukum, dan ini sudah menjadi karma atas perbuatan kami,” kata tersangka UF.
Beberapa waktu lalu yang juga terungkap kasus penyelundupan sabu-sabu melalui jalur laut ke Kalbar di daerah Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, dengan berat mencapai seratus lebih kilogram.(Gun)

Komentar