oleh

Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku Tetapkan Nakhoda Kapal Penyelundup 1.775 Kg Merkuri Jadi Tersangka

Kabartoday, AMBON – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku menetapkan ZA (54), nakhoda KM Cahaya Baru yang menyelundupkan 1.775 kilogram cairan merkuri sebagai tersangka.

Penetapan ZA sebagai tersangka oleh penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) diungkapkan Dirreskrimsus Polda Maluku Kombes Pol Eko Santoso kepada media ini Rabu (25/3/2020) di Ambon.

“Setelah mendapat pelimpahan dari Ditpolair yang mengungkap kasus penyelundupan 1,77 ton merkuri ini, kita langsung melakukan proses hukum. Saat ini kita sudah lakukan penyidikan. Nakhoda Kapal ZA ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan,” ungkap Santoso.

Ia katakan perbuatan ZA dan rekan-rekannya membawa cairan merkuri tanpa memiliki ijin ini melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

BACA JUGA:  Sengketa Lahan Puslarpur TNI AL Kembali Panas, Warga Tolak Relokasi
ZA alias Nal (54) warga Kota Bau-Bau Kabupaten Buton selalu nakhoda KM Cahaya Baru

Santoso beberkan saat ini pihaknya masih menunggu dua rekan ZA yang merupakan ABK juga di KM Cahaya Baru. “Informasinya hari ini kedua ABK KM Cahaya Baru dibawa ke Ambon dari Pulau Buru. Pastinya mereka berdua juga akan dimintai keterangan. Tidak tertutup kemungkinan keduanya juga bisa ditetapkan sebagai tersangka. Tergantung hasil pemeriksaan oleh penyidik,” tandas Santoso.

KM Cahaya Baru ditangkap Kapal Patroli Ditpolairud Polda Maluku KP XVI-1008 di perairan Desa Simi, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan Senin (23/3/2020) sekitar pukul 09.30 WIT. Saat digeledah, petugas menemukan 50 jerigen kemasan lima liter yang diduga berisi cairan merkuri. Sebanyak 15 jerigen masing-. Masing berisi 25 kg, dan 35 jerigen masing-masing berisi 40 kg. Total berat keseluruhan mencapai 1.775 kg. Jika ditaksir dengan harga pasar sekitar Rp. 2 juta/kg, maka nilainya mencapai Rp. 3,5 miliar.

BACA JUGA:  Dishub Samosir Pantau Standard Keselamatan Pengguna KMP

Sebelum tertangkap, sempat terjadi kejar mengejar antara kapal patroli polisi dengan KM Cahaya Baru. Pasalnya saat diminta berhenti, KM Cahaya Baru malah menambah kecepatan untuk kabur. Walau diberi tembakan peringatan beberapa kali, nakhoda tetap tidak memberhentikan kapal. Akhirnya beberapa tembakan diarahkan ke badan kapal bagian buritan hingga nakhoda terpaksa mengkandaskan kapal di pantai Desa Simi.

Pemeriksaan petugas kepolisian di KM Cahaya Baru Berhasil temukan 50 jerigen kemasan lima liter berisi cairan merkuri dengan berat total 1.775 kilogram.

Dari tiga ABK KM Cahaya Baru, satu berhasil ditangkap saat itu juga yaitu ZA selalu nakhoda kapal. Sementara dua ABK lainnya Basri (27) dan Abidin (31) berhasil melarikan diri masuk hutan Desa Simi.

BACA JUGA:  Hut Damkar Ke 100, Bupati Kampar Sebut Petugas Damkar Pahlawan Yang Dilupakan

ZA dan barang bukti 50 jerigen berisi merkuri kemudian dibawa ke Mako Ditpolair kawasan Lateri Kota Ambon. Sempat diamankan, ZA dan barang bukti kemudian diserahkan Ditpolair ke Ditreskrimsus Polda Maluku untuk menjalani proses hukum.

Pengakuan ZA, cairan merkuri ini diambil dari Desa Iha Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat dan akan dibawa ke Bau-Bau Kabupaten Buton. Penyelundupan ini merupakan kedua kali. Yang pertama kali dengan barang bukti yang beratnya juga diatas satu ton berhasil lolos beberapa waktu lalu. Saat hendak menyelundupkan yang kedua kali, mereka ditangkap aparat kepolisian dari Ditpolairud Polda Maluku. (Imanuel)

Komentar