oleh

Perang Batu Dua Kelompok Pemuda di Ambon

-Aktual, Daerah-1.037 views

Kabartoday, Ambon – Dua kelompok pemuda bertetangga di Ambon terlibat perang batu. Peristiwa ini terjadi Jumat (22/03) sekitar pukul 05.50 WIT di jalan Nona Saar Sopacua Kelurahan Wanita Kecamatan Nusaniwe, tepatnya di depan lorong Gereja Imanuel OSM.

Kelompok pemuda RT 002/005 dan pemuda Lorong Naga Kelurahan Kudamati saling adu kuat dengan cara baku lempar batu.

Beruntung dari peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban material yang berarti.

Menurut salah satu saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), aksi ini dipicu oleh sekelompok pemuda depan lorong Gereja Imanuel yang datang tiba-tiba sambil menembakan petasan ke arah rumah warga di seberang jalan.

BACA JUGA:  Ust Fajar Putra Mahkota Pendiri FBR Almarhum KH. Fadholi Siap Tampil

“Tadi pagi, saya sementara duduk di depan lorong tempat jualan nasi kuning. Tiba-tiba dari arah depan lorong gereja Imanuel OSM munculnya sekelompok pemuda sekitar 10 orang sambil menembakan petasan kearah rumah warga di sebelahan jalan,” jelas Lisa Siahaya (18) warga di sekitar TKP.

Menurutnya, aksi pemuda sebelah yang menembak petasan ke rumah warga sempat ditegur oleh beberapa pemuda yang berada di depan Lorong Naga. Namun teguran ini tak dihiraukan. Para pemuda OSM tetap menembakan petasan ke rumah warga dan juga ke arah kumpulan pemuda Lorong Naga.

BACA JUGA:  Kapolda Banten beserta Danrem 064/MY, Pimpin Bersama Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019.

Aksi ini tak diterima dan pemuda Lorong Naga membalas tembakan petasan dengan lemparan batu ke arah pemuda OSM dan kemudian terjadilah aksi saling baku lempar batu.

Perang batu ini sempat menghambat aktivitas warga yang akan melintasi jalan di sekitar TKP.

Sekitar 10 menit kemudian sejumlah personil polisi dari Polsek Nusaniwe tiba di TKP dan langsung melerai kedua kelompok pemuda ini. Namun usaha polisi mendapat perlawanan dari kelompok pemuda OSM yang melakukan penembakan petasan ke arah petugas polisi.

Mendapat aksi perlawanan warga, polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata untuk menguasai keadaan serta menghalau pemuda yang bertikai.

BACA JUGA:  Belasan Preman Duduki Lahan Kosong di Cengkareng Dibekuk Polisi

Tak lama kemudian sejumlah anggota TNI Yonif 731/Kabaresi yang sementara melaksanakan tugas BKO di Ambon tiba di TKP. Kehadiran anggota TNI ini menambah kekuatan petugas keamanan melerai dua kelompok pemuda ini.

Sekejap kemudian kedua kelompok pemuda berhasil dipisahkan. Kelompok pemuda OSM dihalau hingga ke lorong gereja Imanuel dan rivalnya dihalau hingga masuk lorong naga.

Dari peristiwa ini tidak menimbulkan kerugian jiwa dan material yang berarti.

Aksi perang batu ini merupakan kelanjutan pertikaian sebelumnya yang terjadi Kamis (21/03) dinihari sekitar pukul 03.00 WIT di TKP yang sama. (MAL)

Komentar