oleh

Perdamaian Tidak Mencabut Proses Hukum, Kades Sirnajati Cs Harus di Hukum

Apakah Ada Keadilan Untuk Seorang Tukang Ayam”???

Kabartoday, Bekasi – Dalam proses hukum terkait dugaan tindak penganiayaan dan pengeroyokan terhadap saudara Hata Bin Oto atas Laporan kepolisian; Lp/41/42-Cr/K/2018/Sek-Cr hingga kini masih belum ada kepastian hukum.

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 30/12/2018 lalu di Kp. Sarua Rt01/06 Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi yang melibatkan terlapor Kades Sinar Jati cs ini dikatakan mandul.

“Dalam keterangan yang kami himpun, Hata (Korban) adalah seorang pedagang ayam keliling di pasar Cibarusah, setiap pagi ia harus mengais rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, tetapi untung bukanlah yang ia raih, kali ini ia harus berurusan dengan kepala desanya sendiri terkait dugaan tindak pidana pencurian kambing milik tetangga Kades Sirnajati orang yang sudah menganiaya dan mengeroyok korban (Hata).

BACA JUGA:  Kasus Postingan Hoax Oknum Polwan di Ambon Terkait ODP, Ditreskrimsus Interogasi Tiga Saksi

Perseteruan masalah kambing di akhir Tahun 2018 lalu sekitar pukul 06.00 wib di tanggal 31/12/18 bermula Hata didatangi Kades dan 4 rekannya. Dengan nada marah H. Ridwan Sunarya Kades Sirnajati Cs membentak dan menganiaya Hata hingga babak belur.

“Mana Hata…mana hata? Teriak Kades. Hata yang sedang duduk di teras bersama rekannya langsung menghampiri Kades tersebut, dengan menjawab “iya pak ini saya.”

Kades langsung menyemprot Hata, “Di kemanain tuh kambin, kamu jual kemana? tanya Kades dengan ketus.

Dengan jawaban polos, Hata menjawab, “saya ga jual pak, saya gak tahu itu kambing siapa ada di gudang penggilingan padi, kemarin cuma saya lepas. “ucap Hata.

Kades kemudian menuding Hata dengan cacian, “Mana ada maling ngaku.

BACA JUGA:  Polresta Ambon Tangkap Dua Penyelundup Narkotika di KM Dorolonda, BB 1 Ons Sabu

Hingga pada satu puncak emosi, terjadilah dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang di lakukan Kades Cs kepada Hata dengan membabi buta.

Melalui pesan singkat media ini ke Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman SH, ia membenarkan adanya insiden tersebut, dan kata Sukarman kasus ini sudah ada perdamaian.

“Permasalahan ini sudah ada kesepakatan antara korban dengan Kades, itu terjadi pada tanggal 31/12/2018. Kami pun ada foto nya. “Terang Sukarman.

Permasalahan yang menimpa Hata mendapat perhatian hukum LSM Topan RI. Melalui LBH LSM tersebut meminta kepolisian untuk lebih bersikap adil. Meski sudah terjadi perdamaian, namun proses hukum harus dilakukan demi terciptanya supremasi hukum yang baik.

“Kami menyayangkan kepada penegak hukum, meski sudah adanya kata damai bukan berarti memberhentikan proses hukum atas terlapor Kades Sirnajati Cs. ” kata Hendry Korwil LSM Topan RI wilayah Jabar.

BACA JUGA:  Mentil Payudara, Ojol ini Kehilangan Motornya

Hendry juga menyatakan perdamaian yang dilakukan antara pelapor dan terlapor itu normatif, sebelum adanya pencabutan perkara, maka proses hukum harus terus berjalan dan segera tindak tegas pelanggar hukum itu.

“Keadilan bagi orang miskin seperti Hata sepertinya tidak berlaku di mata hukum, ia hanya seorang tukang ayam, lalu abis di gebukin dan kemudian dikasih biaya Rp 400 ribu itupun di potong biaya Visum Rp 180 ribu, lalu Polisi bilang kasus ini sudah selesai. Seperti itukah hukum di Indonesia ini?”ulas Hendry.

Lebih lanjut kata Hendry, sebelumnya Hata juga sudah mengganti rugi Rp 1 juta biaya kambing yang di lepas nya.(Tom).

Komentar