oleh

Permadi Di Polisikan Atas Ucapannya ‘Revolusi’ Viral di Sosmed

Kabartoday, Jakarta – Kembali para tokoh di kubu capres 02 Prabowo-Sandiaga dilaporkan ke pihak berwajib.

Setelah Eggi Sudjana, Ust Bachtiar Nasir, Kivlan Zen, Lieus Sungkharisma, Ust Haikal Hasan, dan kini gilirannya Politikus Partai Gerindra Permadi.

Permadi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pengacara bernama Fajri Safi’i, Kamis tadi (9/5/2019) atas tuduhan rekaman yang di publish ke sosial media (sosmed) mengenai revolusi.

Fajri datangi Polda Metro Jaya membawa bukti video yang berdurasi 8.12 menit ini tersebar di sosial media, namun Fajri juga mengatakan bahwa polisi ternyata sudah membuat laporan model A.

BACA JUGA:  PT Pindo Deli 2 Diduga Mencaplok Tanah Milik Warga Kuta Mekar

Seperti diketahui, laporan model A adalah laporan polisi yang dibuat oleh anggota Polri yang mengalami, mengetahui, atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi.

“Ternyata Polisi sudah ada laporan model A untuk Permadi, jadi kita nggak perlu buat laporan polisi (LP) lagi. Kita hanya tinggal menindaklanjuti LP yang sudah ada, dan dipegang tim cyber, nanti kita akan dipanggil sebagai saksi. “Ucap Fajri di Polda Metro Jaya.

BACA JUGA:  Bertajuk Muslimah Creative Day 2020, Karya ELEMWE Gelar Fashion dan Talk show Mengenai Batik Jakarta

Video Viral Permadi Ajakan Revolusi

Lebih lanjut dikatakan Fajri, dirinya ke Polda Metro Jaya hanya berkonsultasi di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), “Laporan yang dibuat untuk Permadi dijadikan satu dengan laporan Model A yang telah dibuat pihak Polda Metro Jaya. “Ulasnya.

Sebelumnya Perisitiwa viralnya rekaman Permadi ada bahasa revolusi, Fajri menilai pernyataan Permadi tersebut berpotensi menimbulkan kebencian, dan terkesan menakut-nakuti masyarakat.

BACA JUGA:  Prabowo Singgung Bupati Bogor Soal Tidak Di Ijinkannya Stadion Pakansari

Isi dari rekaman video tersebut kata Fajir berbunyi:,”kita ini, ‘negara ini sudah dikendalikan oleh China. Orang berkulit putih itu yang mengendalikan bangsa ini dan akan menjajah bangsa ini.’

Lalu isi selanjutnya, ‘jangan tunduk kepada konstitusi Indonesia, kita harus revolusi,'(Op/red)

Komentar