oleh

PERMENHUB 118 Belum Mampu Lindungi Nasib Ribuan Driver Online

Kabartoday. jakarta Рdengan di terbit kan nya Permenhub 118 tahun 2018 belum mampu melindungi nasib para pengemudi taxi online dari kesewenang wenangan penyelenggara angkutan sewa khusus, yang notabenenya malah menambah beban bagi pengemudi dengan harus di bawah naungan badan hukum.

Berbagai potongan dari hasil pendapatan pengemudi di mulai dari potongan komisi sebesar 20 % dari nilai argo, potongan uang jasa Rp 2.000 setiap trip, potongan keanggotaan komunitas sebesar Rp 10.000. Per hari dan uang keanggotaan koperasi yang besarnya bervariasi yang bergantung atas kebijakan pengurus Koperasi,sehingga mengurangi pendapatan pengemudi antara 20 sampai 30 persen dari tarif dasar per km.

Sehingga berdampak pada buruknya pelayanan pengemudi terhadap penumpang dari segi keselamatan dan ke nyaman, berbagai faktor yang menjadi buruknya pelayanan di karenakan bagaimana  cara berpikir pengemudi untuk memenuhi ketentuan skema yang di atur oleh aplikator untuk mendapatkan bonus sampai Rp 400.000 / hari demi menutupi potongan pendapatan dari dompet saldo yang ada di aplikasi

BACA JUGA:  Sidang Perdana Mantan Kades Gondang Gelapkan Rp 518.621.835

Iwan (red) kepada kabartoday mengeluhkan potongan uang keanggotaan sebagai komunitas Sahabat Grab Jakarta sebesar Rp 10.000 yang masih dilakukan pemotongan oleh aplikasi Grab melalui dompet saldo, padahal iwan sudah mengajukan keluar dari komunitas dengan alasan order yang di terima tidak sebanyak yang di janjikan dan uang yang di potong kemana peruntukannya.

BACA JUGA:  Di MK, BW Ungkap Kemenangan Prabowo-Sandiaga Unggul 52%

Dengan kata lain, banyak pengemudi yang putus mitra karena suspend dan karena tidak sanggup melanjutkan karena tidak kuat membayar cicilan kendaraan. Kata suspend inilah momok yang paling menakutkan bagi para pengemudi, sehingga mereka hanya bisa pasrah dgn kebijakan kebijakan yang lebih berpihak kepada penumpang dengan memberi tarif promo murah dan aduan sepihak.

Iwan juga masih bingung dengan kebijakan grab yang baru baru ini muncul, uang jasa yang katanya akan di bebankan kepada penumpang, namun pada kenyataanya di tanggung pengemudi yang menurutnya uang jasa sebesar Rp 2000/trip adalah hak pengemudi karena sebagai pelaku jasa dan bukan aplikator.

BACA JUGA:  Tabrakan Beruntun Dijalur Pantura Situbondo, 1 Orang Meninggal

Di tempat terpisah, tampak Komunitas Anterin yang di pimpin oleh Bg Edi yang sedang mengadakan acara Kopdar (5/10)rutin setiap minggunya di seputar BKT jakarta timur berjalan dengan penuh ke akraban.

Kepada kabartoday Edi menyampaikan, dari hasil Kopdar berbagai ide ide muncul bagaimana mengembangkan komunitas dengan kegiatan kegiatan positif yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan anggota [] Rachman

Komentar