oleh

Pertamina Ajak Warga Ambon Ubah Sampah Jadi Uang

Kabartoday, AMBON – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pattimura mengajak warga Pulau Ambon untuk bisa mengubah sampah menjadi uang.

Melalui program Corporate Social and Responsibility (CSR), PT Pertamina melakukan pemberdayaan masyarakat dengan mendirikan Bank Sampah Bumi Maluku Lestari di Dusun Air Manis, Negeri Laha Kecamatan Teluk Ambon.

Salam satu latar belakang yang mendorong PT Pertamina menggelar kegiatan CSR ini karena selama ini sampah telah menjadi salah satu masalah yang ada di berbagai wilayah, termasuk Kota Ambon.

“Program CSR MOR 8 ini kiranya dapat membantu dan bisa  meningkatkan kesadaran warga dalam hal kepedulian lingkungan. Pendampingan bank sampah ini merupakan wujud komitmen PT Pertamina DPPU Pattimura dalam menjalankan tanggungjawab lingkungan dan sosial yang menjadi bagian dari pilar Pertamina Hijau,” ungkap
Edi Mangun, Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero) dalam rilisnya yang diterima media ini Sabtu (12/9/2020).

BACA JUGA:  Investor China Bakal Bangun Smelter Berbasis Nikel Di KEK Sorong

Dijelaskan, menjelang peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari akan digelar aksi kumpul sampah oleh Pemkab maupun Pemkot. Dan dari aksi ini diharapkan akan dapat mencapai sampah seberat 208,80 ton hingga puncak perayaan HPSN tahun depan.

Kegiatan pelatihan pengolahan sampah plastik sisa pakai jadi Ekobrick untuk warga Dusun Air Manis Negeri Laha.

Lewat kegiatan bank sampah ini kiranya dapat mengajak masyarakat untuk turut andil dalam upaya penanganan sampah dan menumbuhkan jiwa peduli lingkungan.

Sampah yang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang nyatanya bisa menambah penghasilan warga masyarakat yang tergabung menjadi nasabah Bank Sampah.

BACA JUGA:  Ancol dan Kreavi Buka Sayembara Re-Branding Pulau Bidadari

Sosialisasi yang dilakukan dengan sasaran orang tua siswa PAUD Sadar Lingkungan di Negeri Laha.

Usai sosialisasi dilakukan kemudian dilanjutkan dengan pembentukan pengurus bank sampah dan kesepakatan sistem tabungan dan hari penimbangan.

Inisiasi bank sampah di PAUD Sadar Lingkungan menjadi bagian dari kurikulum alam  berbasis lingkungan yang dijalankan oleh PAUD dilaksanakan secara bertahap dengan jumlah peserta 24 orang. Bahkan seminggu setelahnya dilakukan penimbangan perdana oleh Bank Sampah Edukasi “PAUD Darling”.

Masyarakat dengan kesadaran giat mengumpulkan sampah utamanya jenis sampah plastik untuk kemudian ditimbang pada hari penimbangan bank sampah yang telah disepakati lalu ditabung dan dicairkan setiap tiga bulan sekali.

Kegiatan positif warga masyarakat Dusun Air Manis ini kini mulai diminati oleh warga dari dusun lainnya di Negeri Laha bahkan sampai menjangkau Negeri Hatu.

BACA JUGA:  Bupati Kampar Tandatangani Kerjasama dengan BKSDA Riau di KLHK RI

Minat tinggi dari masyarakat kemudian ditindak lanjuti dengan kegiatan sosialisasi sistem bank sampah dan cara pemilahan sampah di dua negeri tersebut.

Tingginya angka partisipasi warga dalam menghadiri kegiatan sosialisasi yang dijalankan oleh Bank Sampah Bumi Maluku Lestari di damping oleh PT Pertamina (Persero) DPPU Pattimura menjadi bukti bahwa keberadaan Bank Sampah sementara bisa menjadi solusi untuk penanganan sampah.

Marcus Hehalatu selaku Raja Hatu menjelaskan bahwa “Ini merupakan hal yang baik dan positif, sangat bermanfaat bagi masyarakat Hatu. Terutama pada sektor ekonomi, meskipun dimulai dari hal yang kecil, tapi mampu membawa dampak yang besar dan positif bagi masyarakat. Apalagi, kurangnya kesadaran masyarakat Hatu untuk membuang sampah pada tempatnya,” tandas Hehalatu.

Ia katakan kegiatan peduli sampah ini dibutuhkan dan berharap agar nantinya  bank sampah dapat berjalan dengan baik di Negeri Hatu sebagai solusi penanganan sampah di Negeri Hatu. (Manuel)

Komentar