oleh

Pesta Perak Hidup Membiara Dua Imam Katolik di Kabupaten Kepulauan Aru

-Daerah-92 views

Kabartoday, DOBO – Umat Katolik di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru bergembira merayakan pesta perak atau 25 tahun hidup sebagai biarawan Katolik dua orang pastor.

Adalah RP. Justinus Ulahayanan,MSC dan RP. Paulus Ngalngola,MSC yang merasakan kebahagiaan khusus menjalani 25 tahun hidup sebagai biarawan katolik. Saat ini, kedua pastor ini bertugas melayani umat Katolik di Kevikepan Wilayah Aru yang merupakan bagian dari Keuskupan Amboina

Puncak perayaan jubileum dua pastor ini baik ibadah perayaan Ekaristi maupun acara seremonial dilaksanakan Senin (10/8/2020) sore hingga malam di Gedung Aula Cenderawasih, Kota Dobo Kabupaten Kepulauan Aru.

Turut hadir dalam acara ceremony pesta perak ini antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Aru H Abdul Haris Elwahan, Ketua Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-Pulau Aru Pdt. H Musa, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Aru Ny. Mesya Gonga, Kabag Ops Polres Kepulauan Aru AKP Florensius Teddy serta sejumlah undangan lainnya.

Sebelum acara ceremony, dilaksanakan ibadah Misa Ekaristi syukur 25 tahun hidup membiara. Perayaan Ekaristi digelar secara konselebrasi melibatkan empat pastor dan seorang frater diskon. Selebran utama adalah RP. Justinus Ulahayanan,MSC dan konselebran adalah RD. Roland Ignatius Renwarin, RD. Andito Lalamafu, RP. Johanes Wemay,MSC dan Frater Diakon Yos Ruban,MSC. Misa diikuti oleh umat Katolik di Kota Dobo.

BACA JUGA:  Tersandung Korupsi, Bupati Karawang Mutasi Sekdis Disdikpora

Usai perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan acara seremoni. Dalam acara ini diwarnai dengan atraksi hiburan oleh siswa siswi persekolahan Katolik Yos Sudarso dari tingkat SD hingga SMA.

Atraksi tarian oleh siswa siswi persekolah Katolik Yos Sudarso Dobo saat acara syukuran pesta perak Imamat RP. Justinus Ulahayanan,MSC dan RP. Paulus Ngalngola,MSC di Aula Cenderawasih Dobo, Senin (10/8/2020).

Dalam seremonial ini juga dilakukan pemotongan kue 25 tahun hidup membiara oleh Yubilaris RP. Justinus Ulahayanan,MSC.

Dalam acara ini para tamu undangan serta umat Katolik yang hadir dijamu makan malam bersama. Pada akhir acara dilakukan jabat tangan oleh para undangan dengan yubilaris.

BACA JUGA:  Dampak Corona, Warga Perumahan TPL Cengkareng Bagikan 1000 Bungkus Sembako 

Kedua imam ini RP. Justinus Ulahayanan,MSC dan RP. Paulus Ngalngola,MSC pertama kali mengucapkan kaul religius untuk hidup sebagai biarawan Katolik pada Kamis, 10 Agustus 1995 lalu di Karanganyar, Jawa Tengah.

RD Justinus Ulahayanan,MSC yang berbahagia dengan perayaan ini mengatakan bisa berada sampai 25 tahun sebagai biarawan Katolik adalah karena kasih dan kelurahan Tuhan.

“Kami bisa ada sampai sekarang 25 tahun hidup sebagai seorang biarawan Katolik adalah murni karena Kasih dan Kemurahan Tuhan yang begitu besar serta dukungan dari para biarawan-biarawati serta seluruh Umat Katolik,” ujar pastor yang kerap disapa dengan panggilan Romo Tino dan saat ini sebagai Wakil Uskup Keuskupan Amboina Kevikepan Wilayah Aru ini.

Kabag Ops Polres Kepulauan Aru AKP Florensius Teddy,S.IK, Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Aru H. Abdul Haris Elwahan, Yubilaris RP. Justinus Ulahayanan,MSC dan Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Aru Pdt. H Musa di acara syukuran 25 tahun Imamat RP. Justinus Ulahayanan,MSC dan RP. Paulus Ngalngola,MSC di Aula Cenderawasih Kota Dobo, Senin (10/8/2020).

Sementara Kabag Ops Polres Kepulauan Aru AKP Florensius Teddy yang juga merupakan bagian umat Katolik di Paroki Santa Maria de Fatima Dobo ini juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa ikut ambil bagian dalam acara ibadah maupun seremoni syukur peringatan 25 tahun panggilan hidup membiara dua pastor ini.

BACA JUGA:  Pastikan Arus Balik, Kasatgas Banops Polda Banten Tinjau Pos Check Point Merak

“Saya bersama keluarga yang juga merupakan bagian dari umat Katolik di sini tentu ikut bahagia dengan perayaan 25 tahun atau pesta perak imamat dua imam kami ini. Tentunya kami dan seluruh umat akan terus mendoakan dan memberi dukungan kepada kedua romo ini untuk terus berkarya dalam melayani Umat Katolik serta siapa saja umat manusia tentunya dalam konteks mereka sebagai seorang biarawan Katolik. Proficiat kami ucapkan kepada Romo Justinus dan Romo Paul. Tuhan Yesus memberkati kedua romo,” ucap Teddy.

Sebelum puncak perayaan syukur ini, dilakukan perarakan  rombongan dari Rumah Uskup ke Aula Cendrawasih. Prosesi perarakan diiringi tarian Tambaroro dari siswa siswi SMP Yos Sudarso serta tarian dari siswa-siswi SD Yos Sudarso 2 Dobo.

Pelaksanaan seluruh rangkaian acara syukuran ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Menjadi seorang biarawan atau biarawati itu sebuah pilihan hidup. Bagi para biarawan dan biarawati, hidup membiara itu merupakan jawaban atas panggilan Tuhan untuk melayani dan menguduskan dunia. Hidup membiara adalah persatuan erat dengan Kristus melalui penyerahan diri secara total dan menyeluruh kepada-Nya. (Manuel)

Komentar