oleh

PETA POLITIK SURABAYA JIKA RISMA JADI MENTERI

-Aktual-138 views

 

Surabaya (Kabartoday) Komunitas Milenial Peduli Indonesia (KOMPI) Surabaya menilai masuknya nama Tri Rismaharini ke dalam bursa calon Menteri di Kabinet Kerja Jilid II yang dipimpin Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, Joko Widodo (Jokowi) dan KH. Ma’ruf Amin berdampak positif bagi warga Surabaya.

Ketua KOMPI, Nico Makapedua, mengatakan, “Bu Risma adalah Wali Kota terbaik di Indonesia saat ini. Beliau ASN teladan yang telah buktikan kinerja terbaik selama memimpin Surabaya. Jika Presiden Jokowi benar memilih beliau sebagai Menteri, warga kota Pahlawan patut berbangga.” Hilton Surabaya, Sabtu malam (19/10/2019).

Nico melihat bahwa Risma merupakan tipe pejabat karir yang bisa diandalkan kinerjanya. Berbagai problem kota Surabaya bisa ia selesaikan dengan cepat dan tuntas. Menurut Nico, tipe pekerja cekatan seperti Risma cocok dengan gaya kepemimpinan Presiden Jokowi.

Peta Politik Surabaya

“Jika Bu Risma berkarya sebagai Menteri di Jakarta, maka nanti sesuai aturan dan proses yang berlaku Surabaya akan dipimpin oleh Pak Whisnu Sakti. Itu hal yang lumrah,” ujar Nico.

BACA JUGA:  Ribuan Massa Pendukung Sandiaga Histeri di Riau

Dengan naiknya Whisnu Sakti Buana sebagai Wali Kota, kesempatan mantan Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya itu untuk terpilih sebagai Wali Kota pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 makin besar.

“Secara kalkulasi politik, Pak Whisnu adalah calon Wali Kota paling kuat saat ini. Beliau punya mesin politik dan jaringan paling prima. Saya pikir beliau sulit dikalahkan oleh calon-calon lain,” ungkap Nico.

Di sisi lain Nico tak menafikkan isu yang beredar bahwa Eri Cahyadi (Kepala Bappeko) dan Hendro Gunawan (Sekkota) memiliki kans mendapat rekom dari DPP (PDIP) untuk maju ke Pilkada Surabaya 2020.

“Pak Eri dan Pak Hendro memang punya kans, tapi semua kan kembali pada keputusan DPP ya. Saat ini kita tak bisa berspekulasi. Kalau secara kepantasan, memang sebaiknya Pak Whisnu yang mendapat rekom, karena beliau kader murni,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Kivlan Zen: Yang Mulia Hakim, Mengapa JPU Minta Saya Mengganti Lawyer Tonin?

Wacana Koalisi Surabaya

KOMPI melihat alternatif calon Wali Kota yang mampu bersaing di Pilkada Surabaya 2020 terletak pada kekuatan koalisi gabungan. Nico mengaku pesimis akan ada calon selain Whisnu Sakti yang dapat berbicara banyak di hajatan demokrasi Kota Pahlawan itu ia jika tidak didukung koalisi gabungan yang kekuatannya mampu mengimbangi PDIP.

Nico menyebutnya “Koalisi Surabaya.”

Apa yang Nico katakan memang bukan sekadar wacana, sebab jika PDIP dipandang terlalu kuat, maka tidak menutup kemungkinan partai-partai lain akan bersatu dan berkompetisi secara sportif dengan partai banteng.

“Koalisi Surabaya jika terealisir, maka Pilkada 2020 akan sangat menarik. Dengan satu syarat, Gus Hans menjadi Calon Wali Kotanya. Jika bukan Gus Hans, maka Koalisi Surabaya akan sia-sia,” ujar Nico.

“Gus Hans sudah tinggi elektabilitasnya. Kalau mau melawan PDIP jangan dengan nama yang biasa-biasa aja, tapi harus dengan calon yang kualitas dan sekaliber Gus Hans,” terangnya.

BACA JUGA:  Komunitas Pecinta Lingkungan Ajak Masyarakat Menjaga Kelestarian Alam

Nico menambahkan, “Nanti Gus Hans bisa dipasangkan dengan Dhimas Anugrah atau M. Sholeh. Keduanya potensial. Yang satu intelektual dari partai milenial, yang satu lagi pengacara muda hebat.”

Nama Dhimas Anugrah dari Partai Solidaritas Indonesia dan M. Sholeh dari kalangan profesional memang kerap menghiasi bursa calon Wali Kota Surabaya. Hingga berita ini diturunkan, Dhimas Anugrah masih belum berikan komentar tentang masuknya cendekiawan muda itu di pusaran nama suksesor Wali Kota Risma. Sementara M. Sholeh sebelumnya dikabarkan akan maju lewar jalur independen.

“Sejauh ini kalkulasi saya PDIP tetap akan memenangkan kursi Wali Kota tahun depan. Kecuali Koalisi Surabaya terbentuk, hampir mustahil menghentikan laju banteng di kota ini,” pungkas pengusaha yang tinggal di Surabaya barat itu.(Bbg)

Komentar