oleh

Petisi Pidanakan KPU Sudah Mencapai 598 Orang

Kabartoday, Jakarta – Kekecewaan Masyarakat Indonesia terhadap penyelenggara pemilu 2019 semakin tinggi. Pada hari Sabtu (27/4/2019), pukul 00.30 Wib, dukungan Petisi yang dibuat untuk Pidanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mencapai 598 orang.

Ketidakpercayaan masyarakat terhadap para oknum petinggi KPU ini dinila telah melacurkan lembaganya sendiri dan dianggap banyak trik kecurangan dengan manipulasi data, terlebih petugas KPPS banyak meninggal dunia sebanyak 225 Orang karena kurangnya kontrol.

Dikatakan Syarnubi Nobel, Pemilu tahun ini adalah pesta demokrasi Indonesia yang paling buruk dan mengandung unsur ketidakpercayaan publik. Bahkan Nobel menilai lembaga independen tersebut telah mengotori Hak Demokrasi bangsa.

BACA JUGA:  Jajaran Polres Halsel Mengamuk, Dana Pengamanan Pemilu 2019 Disunat Kapolresnya

“KPU seharusnya berada pada posisi netral, banyak input data yang tidak sesuai C1, padahal rakyat dan para relawan sudah melaporkan atas kesalahan input data, namun kurang direspon. Maka asumsi kami bahwa KPU di duga memihak pada salah satu paslon Capres, yakni Petahana. “Kata Nobel, Sabtu (26/4/2019).

Petisi Pidanakan KPU Ramai di Sosmed

Nobel juga membeberkan peristiwa ratusan petugas KPPS meninggal dunia, KPU harus bertanggungjawab, “itu cukup jelas, KPU yang harus bertanggungjawab karena diawal tidak mengantisipasi apa yang akan terjadi ketika ke kisruhan atas kecurangan yang dilakukannya itu menimbulkan dampak permasalahan Nasional. “Tegas Nobel.

BACA JUGA:  KGP Sebut Cina Sengkek Taipan 9 Naga Diduga Bakar Hutan

Lebih lanjut dikatakan Nobel, melalui petisi pidanakan KPU sebagai upaya untuk menyadarkan lembaga penyelenggara pemilu 2019 tersebut untuk kembali kepada jalan yang lurus.

“Kalau KPU mau kembali ke jalan yang lurus, saya kira belum terlambat, karena sampai detik ini dukungan masyarakat untuk mengisi Petisi Pidanakan KPU cukup tinggi. “Ucapnya.(Op)

Komentar