oleh

Petisi Tokoh Nasional Desak Diskualifikasi Jokowi-Ma’ruf Amin

-Hukum-812 views

Kabartoday, Jakarta –  Sejumlah tokoh nasional/ para tokoh bangsa antara lain Letjen TNI Purn Syarwan Hamid, Permadi, Habib Umar Alhamid, DR Egi Sudjana, Habib Muchsin Al Atas, Jend TNI Purn Sunarko, H.Daud (DMI ) H Amir Hamzah, H Komang, KH Fakhrul Rozi mantan Gubernur Rakyat DKI Jakarta, Prof DR insanial, Mayjen Syamsu Jalal dan Mayjen TNI Purn Kivlan Zen hadir di Roemah Rakyat Jln Tebet Timur Dalam Raya 133. Jakarta, Minggu (5/5/19). Dalam acara Perscon gerakan ”We dont Trust”.

Habib Umar Alhamid selaku tuan rumah dalam sambutannya mengatakan situasi dan kondisi bangsa kian hari carut marut. Masyarakat menginginkan penyelenggara pemilu harus adil dan jujur jauh dari harapan masyarakat. Yang tersakiti menjadi terobat belum terwujud. Kita lihat kondisi yang ada dengan permainan terstruktur sistematis dan massive (TSM).

Memulai orang tidak mepercayai pemilu.
Habib Umar menambahkan kita yang ada mewakili para tokoh di Indonesia, “Saya atas nama anak bangsa akan memulai mengedepankan apa yang ada dimasyarakat. Kita bacakan petisi nasional. Semoga menjadi fakta nyata ketidak percayaan masyarakat atas penyelenggaran pemilu jujur dan adil. “Katanya.

BACA JUGA:  Aksi di Gedung MK Bertebaran Poster Diskualifikasi Jokowi-Ma'ruf Amin

Habib Muchsin Al Atas menegaskan
sekarang rakyat benar-benar berada di tahun politik 2019 dan kancah politik yang luar biasa bobroknya. Akan tetapi 2019 merupakan sebuah penentu kehidupan nasib rakyat indonesia. Apakah bangsa yang berdaulat atau tertindas.

Lanjut Habib Husin Rakyat dihadapkan pada sebuah kekuasaan yang sudah tidak punya lagi nasionalisme. Menjalankan kekuasaannya sudah tidak peduli lagi dengan Pancasila dan UUD 45.

BACA JUGA:  Bongkar Data Kecurangan, IT BPN Tagih Janji Relawan Jokowi 100 Miliar

Rakyat ujung-ujungnya dituduh radikalisme. Kedaultan rakyat diinjak-injak Pilpres Pileg penuh dengan kecurangan dan rakyat tercederai. Bangsa yang tertindas dan terjajah. Kita harus rebut kedaulatan rakyat kembali, dan mengambil alih kekuasaan. “Tegasnya.

Ssmentara Eggi Sudjana juga menyampaikan setiap orang bebas berkumpul dan berserikat. Apa yang sedang lakukan rakyat Indonesia adalah jihad konstitusional sesuai azas pemilu yang langsung, umum bebas rahasia, jujur dan adil, maka khusus berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu Tahun 2019.

BACA JUGA:  Sudah Salah Nabrak Orang, Amanda Sunindar Merasa Kebal Hukum

“Karena terbukti secara meyakinkan Presiden  Jokowi baik secara sendiri maupun bersama-sama telah melakukan kejahatan terhadap kedaulatan Rakyat Indonesia, Kami menuntut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk segera memakzzulkan Jokowi dari jabatan Presiden Republik Indonesia. “Tegasnya(Bbg)

Komentar