oleh

Petugas Kesehatan Tolak Periksa Penumpang Masuk Kota Dobo Terkait Virus Corona, Kapolres Aru : Jangan Korbankan Kepentingan Umum

-Daerah-201 views

Kabartoday, DOBO – Puskesmas Siwalima Kota Dobo Kabupaten Kepulauan Aru menolak melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang kapal laut maupun udara yang masuk ke Kota Dobo mengantisipasi penyebaran virus corona.

Kepala puskesmas Siwalima Maria M. Karemy menerbitkan surat pemberitahuan penolakan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang yang datang melalui Pelabuhan Yos Sudarso Kota Dobo. Karemy menolak melakukan pemeriksaan karena tidak adanya alat pengaman diri (APD) antisipasi virus corona yang memadai bagi petugas kesehatan puskesmas.

Hal ini diungkapkan Karemy dalam rapat koordinasi (Rakor) yang diprakarsai Polres Kepulauan Aru dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru Selasa (24/3/2020) di Mapolres Kepulauan Aru.

Rakor ini diinisiasi Kapolres Kepulauan Aru AKBP Eko Budiarto dan mengundang Kepala Puskesmas Siwalima Maria M Karemy untuk mendengar langsung klarifikasinya terkait adanya surat pemberitahuan penolakan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang yang datang ke Dobo melalui Pelabuhan Yos Sudarso Dobo oleh pimpinan Puskesmas Dobo yang dikeluarkan Senin (23/3/2020).

Dalam rakor itu, Karemy ungkapkan terpaksa mengeluarkan surat tersebut karena saat ini alat pengaman diri (APD) yang ada di Puskesmas Siwalima tidak memadai bila digunakan untuk memeriksa kesehatan warga terkait virus Corona.

Ia dan stafnya merasa tidak didukung Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru untuk APD antisipasi penyebaran virus penyebab penyebab penyakit Covid-19 ini.

“Alat pengamanan diri yang dimiliki puskesmas tidak memadai jika digunakan untuk memeriksa orang terkait virus corona ini. Kami merasa tidak didukung Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru. Saya minta maaf jika ada kegaduhan yang timbul karena surat yang saya terbitkan kemarin,” ungkap Karemy dihadapan Kapolres Kepulauan Aru.

BACA JUGA:  Soal Penggunaan APBD dan PAD Depok, FWJ Desak BPK Transparan
Kapolres Kepulauan Aru AKBP Eko Budiarto,S.IK sementara berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Siwalima Kota Dobo, Maria M. Karemy,SKM terkait penolakan petugas puskesmas melakukan pemeriksaan terhadap penumpang kapal yang masuk ke Kota Dobo

Mendengar klarifikasi Kepala Puskesmas Siwalima, Kapolres Kepulauan Aru AKBP Eko Budiarto mengaku dapat memahami kegundahan maupun kekhawatiran dari jajaran Puskesmas Siwalima. Namun ia berharap para petugas kesehatan juga dapat memahami situasi sekarang ini serta dapat menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Budiarto ungkapkan situasi sekarang ini terkait wabah virus Corona ini sudah darurat. Untuk menyikapinya tidak bisa main-main. Alumni Akpol tahun 1999 ini katakan butuh kebersamaan semua instansi terkait untuk mengambil langkah antisipasi.

“Situasi saat ini adalah darurat untuk bersama sama melakukan pencegahan virus corona. Pihak kesehatan adalah instansi yang dikedepankan. Jika situasi terjadi seperti ini (penolakan petugas kesehatan) maka akan berdampak buruk terhadap masyarakat Kepulauan Aru.

Terhadap arahan Kapolres Kepulauan Aru ini, Karemy selaku Kepala Puskesmas Siwalima berjanji akan menginstruksikan stafnya untuk melakukan pemeriksaan dengan alat seadanya.

“Saya akan menginstruksikan staf untuk melakukan pemeriksaan. Tetapi saya tidak dapat memaksa jika ada staf yang menolak melakukan pemeriksaan. Kurangnya APD ini yang jadi kendala,” tandasnya.

Ia jelaskan peralatan yang dimiliki puskesmas hanya terdapat alkohol dan masker yang tidak cukup untuk melakukan pemeriksaan terhadap penumpang KM Tidar, sedangkan pakaian kesehatan tidak ada di Puskesmas Dobo.

BACA JUGA:  Lantik Anggota Baru, Ketua LAN : Kedepan Banyuwangi Harus Tuntas Dari Narkoba

Karemy katakan telah meminta kepada pemerintah kabupaten melalui Dinas kesehatan untuk menyediakan alat pengaman diri (APD) agar stafnya dapat melakukan tugas pemeriksaan kesehatan tanpa ragu-ragu karena petugas terlindungi dengan APD yang memadai.

Mendengar permintaan Karemy, Kapolres kemudian melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru Ny. Y.E.O Uniplaita untuk penyediaan APD. Hasil koordinasi tersebut kata Kapolres bahwa Kadis Kesehatan menjelaskan untuk alat pengaman diri (APD) sudah disiapkan berupa pakaian kesehatan sejumlah 300 lembar, namun dalam minggu ini baru sampai di Dobo.

Selain itu, Kadis Kesehatan tegaskan proses pelaksanaan pemeriksaan terhadap penumpang pesawat dan penumpang kapal yang masuk di kota Dobo tetap akan dilaksanakan secara rutin. Kadis kesehatan mengaku akan mengeluarkan surat tugas khusus perawat untuk melakukan pemeriksaan.

Kepala Dinas Kesehatan nyatakan pula akan melakukan pemeriksaan dengan baik serta langkah langkah penanganan dengan baik. Di kota Dobo sendiri saat ini belum ada yang terinfeksi virus corona namun terdapat masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) karena riwayat perjalanan mereka dari Daerah Indonesia yang telah terpapar Virus Corona.

Ia jelaskan untuk warga dengan status ODP telah diberikan pemahaman untuk melaksanakan isolasi diri di rumah masing-masing serta diberikan nomor kontak pihak puskesmas. Tujuannya apabila dalam jangka waktu pelaksanaan isolasi diri mengalami perubahan kesehatan maka segera menghubungi pihak Puskesmas.

Terhadap kejadian penolakan petugas ini, Kapolres berharap walaupun ada permasalahan internal di Dinas Kesehatan hendaknya tidak menghambat proses ini demi kepentingan umum.

BACA JUGA:  Dua Siswa SMKN 2 Garut Sabet Medali Emas Pada Event O2SN-SMK Tingkat Prov. Jabar

“Kami dari kepolisian mendorong dinas Kesehatan agar dapat melakukan tugasnya dengan baik. Dinamika internal yang terjadi dalam lingkup Dinas Kesehatan agar dapat diselesaikan dan tidak mengorbankan kepentingan umum atau masyarakat,” pinta Budiarto.

Selain berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan, Budiarto juga berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Aru M. Djumpa selalu Ketua Gugus pelaksana tugas Penanganan dan Pencegahan Virus Corona/covid 19.

“Dari koordinasi yang kami lakukan, bapak Sekda tegaskan akan mendukung penuh kebutuhan staf Dinas Kesehatan Kab Kepulauan Aru baik Alat Pengaman Diri (APD) maupun kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Budiarto juga jelaskan saat ini akan merampungkan rencana aksi satuan gugus tugas yang melibatkan instansi terkait dengan meminta masukan berupa rencana aksi dan pola kegiatan yang berdasarkan tupoksi dari masing masing instansi.

Dari rapat koordinasi ini, Budiarto simpulkan bahwa pertama, Kepala Puskesmas Siwa lima Kota Dobo tetap akan melaksanakan pemeriksaan terhadap penumpang kapal yang akan turun ke Kota Dobo.

Kedua, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Aru telah menerbitkan surat perintah tugas kepada pegawai Dinas kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru khususnya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan (perawat) untuk melakukan tugas pemeriksaan.

Ketiga, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru telah melakukan langkah untuk pemenuhan APD bagi pelaksana pemeriksa, namun untuk saat ini masih menggunakan pakaian seadanya seperti sepatu, kaca mata, masker, alkohol, pelindung kepala dan jaket hujan,

Keempat, Kelengkapan khusus berupa sepatu, kacamata, penutup kepala, masker, antiseptik dan baju kesehatan telah dipesan namun belum sampai ke Kota Dobo. Diperkirakan bahwa APD yang sudah dipesan akan tiba di Kota Dobo dalam waktu 1 minggu ke depan. (Imanuel)

Komentar