oleh

Pitra Romadoni Titip Piala Kebohongan Untuk Jokowi ke Bawaslu RI

Kabartoday, Jakarta – Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Hoax (KAMAH) kembali datangi Bawaslu RI sebagai bentuk keprihatinannya atas runtuhnya moral demokrasi politik bangsa.

Terpantau kabartoday.co.id Pitra Romadoni di dampingi Eggi Sudjana, Erra Maniara, dan sejumlah perwakilan KAMAH masuk ke kantor Bawaslu RI sambil membawa sebuah piala.

KAMAH menagih Bawaslu RI atas laporannya terkait Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 19 Februari 2019 lalu.

Laporan tersebut didasarkan pada kebohongan public yang diduga dilakukan oleh Capres 01, namun demikian sudah melewati batas empat belas (14) hari sejak KAMAH melaporkan Jokowi, hingga saat ini, Selasa (5/3/2019) belum ada perkembangan yang dilakukan oleh Bawaslu terkait laporan tersebut.

Dikatakan Pitra Romadoni Nasution Kuasa Hukum KAMAH, kedatangan mereka ke Bawaslu sebagai bentuk dukungan memberikan tambahan bukti baru terkait pelanggaran yang dilakukan Jokowi.

Pitra menyebutkan hari ini sudah 15 Hari sejak laporan pihaknya masuk ke bawaslu.

BACA JUGA:  DPO Propokator Tawuran di Johar Baru Diamankan Team Patroli

Pitra juga meminta Bawaslu segera mengeluarkan putusan terkait kasus tersebut, ia juga mengkritisi kinerja Bawaslu yang terkesan mandek, dan di duga ada intervensi internal.

“Kita datang ke sini terkait laporan kami yang sudah lebih dari 2 minggu, sudah 15 hari malah, ini dari 19 Februari 2019 belum di respons, ”kata Pitra di Bawaslu RI, Selasa (5/3/2019).

Lebih lanjut di tegaskan Pitra, Bawaslu agar bersikap professional tanpa tebang pilih, untuk segera menuntaskan kasus ini demi tegaknya Undang Undang Pemilu di Indonesia dan demokrasi yang sehat.

“Kita minta Bawaslu bertindak tegas, kalau tidak untuk apa pemilu ini, biayanya mahal hanya menghasilkan para pemimpin bohong, ”kecam Pitra.

Atas prestasi capres 01 yang sering melakukan kebohongan publik, Pitra menitipkan Piala Kepada Komisioner Bawaslu RI langsung.

BACA JUGA:  Akun Hoax Pendukung Capres Jokowi-Ma'Aruf Amin Terbongkar Soal Ibu Lis

Piala itu disebut Pitra sebagai Piala Kebohongan untuk Jokowi dan para Pemimpin yang suka berbohong di Negara Republik Indonesia.

Piala kebohongan untuk Jokowi dan para pemimpin itu diterima langsung oleh Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja.

Sementara Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja mengatakan laporan yang disampaikan KAMAH ini masih terus didalami pihaknya.

“Laporan KAMAH memang telah kami terima sejak 19 Februari 2019 lalu, kita lagi kaji kemudian dalam 1 atau 2 hari ini sesuai dengan 14 hari kerja ada hasilnya. “Ujar Rahmat.

Rahmat juga menyampaikan akan menginformasikan hasil kajian dari teman-teman Bawaslu dan juga mengenai klarifikasi dari beberapa pihak. “Termasuk masalah ini kalau masuk pelanggaran pemilu kita akan melakukan tindakan, tapi kalau bukan pidana pemilu ada Bareskrim Polri yang punya kewenangan, “ulas Rahmat.

Lebih rinci dijelaskan saksi pelapor Erra Maniara yang ikut hadir di kantor Bawaslu RI, bahwa KAMAH mengedukasi bangsa, khususnya generasi muda untuk menjauhi ucapan-ucapan Hoax. “Kasus ini jelas Hoax, capres 01 sudah melontarkan kebohongan publik di debat capres kedua, 17 Februari 2019 lalu. “Ungkap Erra.

BACA JUGA:  Akibat Langgar Palang Pintu Kereta api 7 Nyawa Melayang Tragis

Dijelaskan Erra, KAMAH dalam pergerakannya akan mengkritisi penyelenggara negara maupun Pemimpin Bangsa, baik legislatif maupun eksekutif juga lembaga-lembaga negara atau independent penyebar berita hoax yang tidak sesuai data maupun faktanya tanpa pilih bulu.

“Kami akan selalu menjaga Negara ini agar para pemimpin-pemimpin bangsa selalu jujur dalam kesehariannya demi terciptanya generasi tanpa Hoax mulai sekarang dan di kemudian hari. “Ujarnya.

Sebelumnya, capres 01 Jokowi telah dilaporkan Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Hoax (KAMAH) atas ucapan kebohongannya di depan publik saat debat capres kedua 17 Februari 2019 lalu.(Op/red)

Komentar