oleh

PN Banyuwangi Terapkan E-court, Wujudkan Peradilan Sederhana dan Biaya Ringan

Kabartoday, BANYUWANGI – Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menerapkan sistem administrasi pengadilan secara elektroknik atau disebut e-court. Hal ini untuk mewujudkan peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan. Penerapan e-court ini khususnya terkait dengan perkara gugatan perdata.

Humas Pengadilan Negeri Banyuwangi Heru Setiyadi menyatakan, penerapan e-court ini didasarkan pada Surat Edaran Dirjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Nomor 04 Tahun 2019 tentang kewajiban pendaftaran perkara perdata melalui e-court. Adapun jenis-jenis proses e-court di Pengadilan Negeri Banyuwangi berupa penerimaan gugatan, jawaban, replik duplik, dan atau kesimpulan secara elektronik.

“Serta pengelolaan, penyampaian dan penyimpanan dokumen secara elektronik,” jelas Heru Setiyadi.

BACA JUGA:  Kapolres Buru dan Dandim Namlea Letakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Ar-Ri'aayah

Keuntungan menggunakan e-court, menurut Heru, bisa menghemat waktu dan biaya dalam proses pendaftaran perkara. Sebab pendaftaran e-court bisa dilakukan dari mana saja dengan mengakses laman e-court Mahkamah Agung. Selain itu pembayaran biaya panjar dapat dilakukan dengan berbagai metode.

Heru Setyadi yang juga Hakim di PN Banyuwangi sekaligus kelahiran Banyuwangi ini menambahkan, sistem layanan e-court untuk saat ini hanya bisa dilakukan oleh advokat yang sudah disumpah. Setelah mendaftar, advokat pengguna e-court akan mendapatkan username dan password.

“Untuk pengguna perseorangan untuk saat ini belum bisa dilakukan. Nantinya pengguna perseorangan akan diatur lebih lanjut dengan surat keputusan ketua Mahkamah Agung,” bebernya.

BACA JUGA:  Tatang Kecewa, Vivi Nathalia Diputus Hukuman 2 Tahun Percobaan

Sedangkan untuk masyarakat yang tidak mampu membayar pengacara namun ingin melakukan pendaftaran melalui e-court, Heru mengatakan, Pengadilan Negeri Banyuwangi telah memiliki solusi untuk hal ini. Menurut dia, masyarakat Banyuwangi yang tidak mampu untuk membayar pengacara bisa datang ke pos pelayanan hukum (posyankum) yang ada di Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Dijelaskan, Pengadilan Negeri Banyuwangi telah melakukan MoU posyankum untuk pendampingan masyarakat tidak mampu. Posyankum menyediakan pengacara yang siap memberikan bantuan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang tidak mampu. Dengan demikian, masyarakat yang tidak mampu tetap bisa mendapatkan layanan e-court.

BACA JUGA:  Kejari Panggil Mantan Kabid. Anggaran BPKAD Garut Terkait Dugaan Korupsi DPRD

“Untuk mendapatkan pendampingan pengacara yang ada di posyankum ini tidak dipungut biaya, karena mereka dibayar oleh negara,” ungkapnya.

Aturan ini, lanjut dia, sangat memuliakan profesi pengacara. Sebab, dengan sistem ini, yang bisa mengakses layanan e-court hanya advokat yang telah disumpah dan terdaftar saja. Sehingga pihak-pihak lain yang tidak ada kaitannya dengan perkara tidak bisa mengakses informasi tentang perkara ini.

“Ini juga untuk melindungi pihak yang berperkara dari orang-orang tidak bertanggung jawab,” tandasnya. (HS)

Caption : Heru Setyadi SH, MH, humas PN Banyuwangi

Komentar