oleh

Polisi Bekuk Tiga Pelaku Penikaman Yang Tewaskan Pemuda Batu Gantung di Ambon

Kabartoday, AMBON – Tiga pemuda tanggung warga kawasan Batu Gantung Dalam Kota Ambon yang diduga kuat sebagai pelaku penikaman yang menewaskan Bob Reinhard Lalaar (22), pemuda kawasan Batu Gantung Ganemo Kota Ambon pada Selasa malam (10/12) lalu berhasil diciduk aparat Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Tiga terduga pelaku ini SJN alias Toka (21), JSL alias Johan (20) serta GR alias Coken (20) diringkus petugas di tiga lokasi berbeda. SJN alias Toka ditangkap Kamis (12/12) di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. JSL alias Johan dibekuk Jumat (13/12) di kawasan Pelabuhan Hurnala Desa Tulehu Kecamatan Salahutu, sementara GR alias Coken diringkus Jumat (13/12) di Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Kasus penikaman ini terjadi Selasa (10/12) sekitar pukul 22.00 WIT dengan TKP Jembatan Danau Limboto kawasan Batu Gantung Ganemo Kelurahan Kudamati Kecamatan Nusaniwe. Dua pemuda Batu Gantung Ganemo jadi korban penikaman. Bob Reinhard Lalaar mengalami luka tikam pada bagian rusuk kiri, sementara rekannya Kristo Kaimarehe (30) menderita luka tikam pada tubuh bagian belakang sebelah kanan. Akibat peristiwa ini, walaupun sudah dibawa ke rumah sakit, namun nyawa korban Bob Reinhard Lalaar tidak terselamatkan. Sementara korban Kristo Kaimarehe menderita luka ringan dan mendapat penanganan medis.

BACA JUGA:  Suap Kabiro Kabartoday.co.id, Pendamping PKH Desa Ogan Lima Terancam Dilaporkan Kepolisi

Ketiga pemuda tanggung yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan orang mati ini memiliki peran masing-masing dalam tindak pidana ini.

Hal ini diungkapkan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Leo Surya Nugraha Simatupang dalam konferensi pers pengungkapan pelaku kasus tindak pidana penganiayaan ini Jumat (13/12) di teras Kantor Mapolresta Pulau Ambon kawasan Perigi Lima Ambon.

“Tiga orang yang diduga kuat sebagai pelaku dalam kasus penganiayaan pada Selasa (10/12) di Batu Gantung yang mengakibatkan korban Bob meninggal dunia, pada hari ini (Jumat-red) semua tersangka sudah tertangkap,” ungkapnya.

Simatupang yang dalam konferensi pers itu didampingi Kasatreskrim AKP Gilang Prasetya, Kabag Ops AKP Muhammad Amin, Kabag Sumda AKP Izaac Risambessy, Kasat Intelkam AKP Tupan menjelaskan ketiga tersangka ini ditangkap pada waktu serta lokasi yang berbeda.

BACA JUGA:  16 Uskup Kunjungi Ambon Hadiri Perayaan Episkopal Uskup Diosis Amboina

Yang pertama ditangkap adalah SJN alias Toka ditangkap di Latuhalat. Kemudian JSL ditangkap di Tulehu. JSL ini sempat melarikan diri ke Masohi. Aparat terus mendeteksi keberadaan JSL dan saat akan kembali ke Ambon, petugas membekuknya di Tulehu.

SJN, JSL dan GR, tiga tersangka kasus penikaman yang menewaskan korban BRL, pemuda Batu Gantung Ganemo Ambon

Simatupang yang merupakan jebolan Akabri Kepolisian tahun 1997 ini beberkan peran ketiga tersangka ini dalam kasus tersebut. Ketiga tersangka ini memiliki peran berbeda.

“SJN berperan sebagai pengemudi sepeda motor yang digunakan para pelaku ke TKP. Dia juga sebagai pemilik pisau yang digunakan untuk menikam korban. Kemudian JSL bertindak sebagai eksekutor yang menusuk kedua korban sementara GR berperan sebagai orang yang menyuruh tersangka JSL untuk menikam para korban,” bebernya.

Selain menangkap tiga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain sebilah pisau berukuran panjang sekitar 25 cm yang digunakan tersangka SJL menikam kedua korban serta satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih dengan nomor polisi DE 4019 LJ yang digunakan korban ke TKP.

BACA JUGA:  Tentang Pilkada, HYS : "Jangan Hitung Suara Orang Banyak, Tapi Carilah Suara Ter Banyak"

Simatupang yang pernah menjabat Kapolres Pulau Buru ini jelaskan tiga tersangka ini disangkakan dengan pasal 170 ayat 2 dan atau 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara 15 tahun.

Terhadap domisili tiga tersangka ini, perwira menengah Polri dengan pangkat dua melati di pundak ini katakan merupakan warga Batu Gantung Dalam.

“Pengakuan mereka adalah warga Batu Gantung Dalam. Tetapi mereka bukan penduduk asli. Mereka hanya menumpang disitu. Mereka punya mama piara atau punya keluarga disitu,” ungkapnya.

Menyangkut motif kasus ini, ia katakan sesuai pengakuan tiga tersangka merupakan tindakan balas dendam. Pengakuan mereka, sebelumnya pada malam minggu kemarin mereka dipukul oleh sekelompok pemuda di kawasan farmasi Kudamati. Para tersangka menduga para pemuda yang memukul mereka merupakan pemuda dari Batu Gantung Ganemo. (Manuel)

Komentar