oleh

Polres Bekasi Kota Belum Mampu Ungkap Pelaku Kematian RF

Kabartoday, Bekasi – Perisitwa kematian RF anak remaja usia 17 tahun hingga kini masih dipenuhi misteri siapa pelakunya. Sudah lebih dari satu bulan kasus tewasnya RF ditangan yang diduga para begal atau genk motor dengan cara mengeroyok, menganiaya, hingga adanya penusukan di dada kiri sampai mengenai jantung korban dan akhirnya tewas.

Bukan hanya itu, kematian RF juga menjadi luka mendalam bagi keluarganya, terlihat pada diri RF lebam di wajah, pendarahan di kepala belakang dan telapak kaki kanan robek.

RF di aniaya hingga tewas di jalan Ratna, kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi Jawa Barat pada Hari Jum’at 19 April 2019 sekitar Pukul 03.30 wib.

BACA JUGA:  Sebelum Meninggal, Anak Ini Panggil-Panggil Anies Baswedan

Atas insiden tersebut, kakak kandung RF yang bernama Dado kemudian membuat laporan kepolisian dengan nomor: LP/931/K/IV/2019/SPKT/Restro Bks Kota.

Menurut Dado, laporan yang sudah masuk lebih dari satu bulan ini belum juga ada kejelasan dari pihak Polres Bekasi Kota. Ia menilai kinerja polisi terkesan menunda dan menganggap remeh atas kematian adiknya RF.

“Saya mewakili keluarga menyayangkan kinerja polisi polres bekasi kota lamban, dan tidak profesional dalam mengungkap para pelaku yang membunuh adik saya itu. “Katanya pada wartawan di Bekasi, Minggu (26/5/2019) malam.

BACA JUGA:  Bengkulu Berduka, #prayforbengkulu

Dado merasa aneh dengan pengusutan polisi, sampai detik ini tak mampu mengungkap misteri pelaku pembunuh adiknya RF.

Bahkan Dado menyebut teroris ajah dengan mudah ditangkap, tetapi kenapa sulit mengungkap dan menangkap para pelaku yang membuat nyawa adik kandungnya itu meninggal dunia.

Sementara, Ketum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalaengke menyatakan adanya dugaan kesengajaan dalam menangani kasus terbunuhnya RF yang diketahui sebagai keponakan wartawan dari Biro Bekasi Kabartoday.co.id.

BACA JUGA:  Aksi "Heroik" Polisi Remaja di Ambon Dapat Penghargaan Kapolda

“Seharusnya polisi wajib memberikan informasi tentang hasil perkembangan penyelidikan atas suatu kasus, polisi juga harus bekerja secara profesional dengan target yang terukur sesuai waktu serta terjadwal dengan baik, karena hidup dan kehidupan polisi dibayar oleh rakyat, maka wajib hukumnya polisi bertanggungjawab terhadap pengaduan rakyat, “ucap Wilson melalui komunikasi telpon, Minggu Malam.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Metro Kota Bekasi, Kompol Bambang S Nugroho,SH., menerangkan bahwa kasus RF ditangani unit 1 jatanras, dan masih dalam proses penyelidikan.(Tom)

Komentar