oleh

Polres Buru Ciduk Tujuh Penambang Emas Ilegal

Kabartoday, AMBON – Sebanyak tujuh warga Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru yang diduga melakukan aktivitas penambangan emas tanpa ijin (PETI) di kawasan tambang Gunung Botak Kabupaten Buru diciduk aparat kepolisian.

Tujuh orang ini ditangkap Sabtu (27/7) sekitar pukul 22.30 saat sedang melakukan aktivitas dpengolahan material di gudang milik Misri (65) di Desa Waekerta (unit 16) Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru.

Tujuh pelaku yang diamankan ini antara lain Misri (65) warga Desa Waekerta ( pemilik tromol), Oman (59) warga Desa Waekerta (pekerja tromol), Hamsari (45) warga Desa Waekerta (pekerja tromol), Sumartin (35) warga Desa Waenetat (pemilik material), Ade Jamhari (46) Desa Gogorea ( pemilik material), Suhendi (48) warga Desa Gogorea ( pemilik material) dan Rendi Sangadji (18) warga Unit 15 (pekerja).

Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 22 unit tromol, empat kg cairan mercury, satu unit mesin Yanmar 8,5 kg, satu buah bola angin, 43 karung material emas siap olah, 115 gram emas murni, 45 gram emas bercampur mercury, 24 tali fanbel, Satu set alat pembakar emas, dua buah timbangan dan 66 buah peluru tromol.

BACA JUGA:  Pengacara: Iwan Bilang Tuduhan Polri Terhadap Kivlan Zen Berbalik Fakta

Saat ini tujuh pelaku dan seluruh barang bukti telah diamankan petugas di Mapolres Pulau Buru untuk keperluan proses hukum.

Wakapolres Pulau Buru Kompol Bachri Hehanussa membenarkan adanya penangkapan tujuh pelaku PETI ini.

 

“Iya, tadi malam (Sabtu-red) kita amankan tujuh orang di Desa Waekerta yang diduga melakukan aktivitas penambangan tanpa ijin. Sejumlah barang bukti juga kita amankan. Saat ini para pelaku dan barang bukti sudah ada di Mapolres untuk kepentingan proses hukum,” jelas Hehanussa Minggu (28/7) melalui pesan whatsapp.

BACA JUGA:  LSM Coperlink Kembalikan Fungsi Mushola Batavia Kota Tua

Hehanussa yang pernah menjabat Wakapolres Seram Bagian Barat (SBB) beberkan kronologis penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat adanya aktivitas pengolahan material emas di TKP.

Kemudian Kasat Intelkam Polres Buru bersama beberapa anggotanya menggerebek TKP Sabtu (27/7) sekitar pukul 22.30 WIT.

“Saat itu petugas kita menemukan para pelaku sedang melakukan pengolahan emas menggunakan mesin tromol pada gudang milik Masri,” terang Hehanussa.

Saat itu juga, para pelaku beserta barang bukti diamankan di TKP. Selanjutnya temuan ini dilaporkan Kasat Intelkam kepada Waka Polres Pulau Buru Kompol Bachri Hehanussa.

Pada pukul 23.00 wit, Kapolsek Waeapo Ipda Rizki Arif Prabowo bersama personil polsek Waeapo tiba di TKP untuk memasang Police Line dan mengamankan TKP.

Pukul 23.30 WIT Kompol Bachri Hehanusa bersama Kasat Reskrim AKP Senja, KBO Sat Reskrim dan personil Reskrim serta Sabhara Polres Pulau Buru tiba di TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

BACA JUGA:  Kapolda Jateng dan Pangdam Gowes Sepeda Paling Unik

“Berdasarkan hasil interogasi awal diperoleh keterangan bahwa material yang diolah adalah material emas dari lokasi tambang gunung Gogorea dengan jumlah 70 karung. Aktivitas pengolahan dilakukan sejak hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 pukul 16.00 WIT dengan hasil emas yang diperoleh sebanyak 115 gram emas murni dan 45 gram emas bercampur mercury,” beber salah satu putra terbaik asal Negeri Hualoy Kabupaten SBB.

Ia tegaskan, proses hukum tujuh pelaku akan dilaksanakan hingga tuntas. Hal ini sekaligus peringatan bagi warga lainnya agar tidak melaksanakan berbagai aktivitas pertambangan tanpa ijin.

“Proses hukumnya akan dilakukan sampai tuntas. Dan ini peringatan agar warga jangan coba-coba melakukan aktivitas pertambangan tanpa ijin. Pasti akan kami tindak,” pungkas Hehanussa. (MAL)

Komentar