oleh

Polres Buru Tangkap Dua Penambang Emas Liar di Gunung Nona

Kabartoday, NAMLEA, – Kepolisian Resort (Polres) Pulau Buru tidak main-main dalam melakukan penegakan hukum terhadap aktivitas penambangan emas tanpa ijin (PETI) di areal pertambangan emas di wilayah hukumnya. Siapa pun yang kedapatan melakukan PETI maka akan ditindak.

Seperti yang dilakukan terhadap La Farul (38) dan Madan (18) dua warga dusun Nametek Desa Namlea, Kecamatan Namlea yang diketahui melakukan aktivitas PETI di kawasan Gunung Nona, Desa Wapsalit kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru. Keduanya diamankan Sabtu (7/9) sekitar pukul 14.30 WIT dengan sejumlah barang bukti.

Wakapolres Pulau Buru Kompol Bachri Hehanussa mengungkapkan penangkapan terhadap pelaku PETI ini setelah mendapat informasi adanya aktivitas penambang di kawasan Gunung Nona.

BACA JUGA:  Anies Penuhi Janjinya Membangun Stadiun Sepakbola Sekelas Dunia

“Awalnya ada info bahwa masih ada aktivitas penambangan di kawasan yang sudah ditutup ini. Kemudian kita kirimkan personil ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi warga ini,” jelasnya Minggu (8/9) malam di Namlea.

Kompol Bachri Hehanussa,SE, M.Si, Wakapolres Pulau Buru

Delapan personil yang dikirim ke lokasi terdiri dari enam anggota Satreskrim dan dua anggota Satintelkam Polres Buru. Tim dipimpin Kasatreskrim AKP Senja Pratama.

Hehanussa yang pernah menjabat Wakapolres Seram Bagian Barat ini beberkan tim bergerak dari Mapolres Buru pada Sabtu (7/9) sekitar pukul 11.30 WIT. Tim menuju lokasi tambang emas Gunung Nona dengan melewati bantaran sungai Waekuedan Desa Wapsalit Kecamatan Lolong Guba.

BACA JUGA:  Enam Pejudi Qiu Qiu Digelandang Satreskrim Polres Banyuwangi

Pukul 14.30 WIT, tim tiba di areal tambang Gunung Nona. Mereka menemukan adanya tenda-tenda yang diduga milik penambang emas ilegal. Kemudian tim melakukan eliciting dengan penambang yang ditemukan pada lokasi tersebut. Hasilnya, diperoleh keterangan saksi bahwa pada salah satu tenda milik La Fahrul terdapat tromol yang baru saja selesai melakukan pengolahan emas kemarin (Jumat-red) sore.

Tim kepolisian kemudian melakukan penggeledahan ke dalam tenda dan tidak didapati aktifitas tambang. Namun polisi menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya aktivitas penambang. Barang bukti yang ditemukan antara lain lima buah tromol, Air Perak (merkuri) sekitar satu kg, satu buah Alat pembakar emas, satu buah Bola Angin, satu buah Mesin Alkon, delapan tali fanbel, 15 gr emas hasil olahan serta setengah karung ampas material sisa olahan. Berbekal temuan barang bukti ini, tim kepolisian langsung mengamankan La Farul selalu pemilik tromol serta Madan, operator tromol.

BACA JUGA:  Hari Ke 2 Lebaran, Karo Ops Polda Banten Pantau Wilayah Lewat Udara

Kemudian kedua penambang liar ini beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Pulau Buru guna dilakukan interogasi serta penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Saat ini, penyidik Satreskrim sementara melakukan pemeriksaan terhadap kedua orang tersebut dan melakukan pengembangan lebih lanjut,” tandas Hehanussa. (MAL)

Komentar