oleh

Polres Kepulauan Aru Gagalkan Penyelundupan 3,6 Ton Miras Sopi Dari Tanimbar

-Daerah-126 views

Kabartoday, DOBO – Polres Kepulauan Aru berkomitmen menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukumnya. Apalagi saat ini Kabupaten Kepulauan Aru sedang berada dalam pentahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 sehingga situasi Kamtibmas harus terjaga.

Salah satu faktor mayoritas penyebab terjadinya gangguan Kamtibmas di tengah masyarakat adalah karena minuman keras (miras) ilegal. Karena itu, Polres Kepulauan Aru tetap berkomitmen untuk memberantas peredaran miras ilegal di tengah masyarakat.

Kegiatan terkini, Polres Kepulauan Aru berhasil menggagalkan rencana penyelundupan 3,6 ton miras ilegal jenis sopi. Barang haram ini dibawa dari daerah Tanimbar dan akan diselundupkan masuk ke Kabupaten Kepulauan Aru.

“Personil kami berhasil mengamankan 3,6 ton miras ilegal jenis sopi yang hendak dipasok ke Kota Dobo. Saat ini, miras yang dikemas dalam 103 jerigen 35 liter ini telah kita amankan ke Mapolres Kepulauan Aru,” ujar Kapolres Kepulauan Aru AKBP Eko Budiarto kepada media ini Rabu (21/10/2020).

BACA JUGA:  DLHK Karawang Undang Rapat Dansektor 18 Citarum Harum
AKBP Eko Budiarto,S.IK -Kapolres Kepulauan Aru

Ia beberkan penangkapan 3,6 ton tepatnya 3.605 liter miras jenis sopi ini dilakukan Selasa (20/10/2020) sekitar pukul 18.00 WIT di kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Kota Dobo.

Saat itu sejumlah personil Satresnarkoba dipimpin Kasatresnarkoba AKP PJ Louhenapessy sedang melaksanakan kegiatan razia dalam gelar operasi Antik Siwalima tahun 2020.

Tim operasi Antik ini berhasil mengamankan 3.605 liter sopi dari Kapal Motor Dua Putra yang sementara berlabuh di perairan kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Kota Dobo. 3,6 ton sopi ini dikemas dalam 103 jerigen ukuran 35 liter.

BACA JUGA:  Ketua FKUB Kabupaten Kampar Tanggapi Gerakan People Power

Diduga pemilik sopi ini adalah EK (36) warga kelurahan Sipur, Kelurahan Siwalima Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru.

Modus penyelundupan ribuan liter miras jenis sopi ini yaitu pemilik memesan sopi dari daerah Tanimbar dan kemudian diangkut menuju Dobo dengan KM Dia Putra.

AKBP Eko Budiarto katakan pihaknya telah mendata pemilik sopi serta empat ABK KM Dua Putra. Nantinya mereka akan diberi pembinaan serta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan ini lagi.

Alumni Akademi Kepolisian tahun 1999 ini tegaskan, pihaknya tidak akan berhenti melakukan berbagai kegiatan untuk memberantas peredaran miras ilegal termasuk sopi.

“Kita semua tahu, sopi ini merupakan salah satu penyebab gangguan kamtibmas yang cukup tinggi. Karena itu, kita akan terus berperang akan peredaran miras ilegal ini. Kita semua kan berharap agar daerah yang kita cintai ini dalam kondisi aman dan damai terutama saat pentahapan kampanye paslon. Karena itu, kita akan lawan peredaran miras ilegal ini,” tegas Eko.

BACA JUGA:  FKIP UBI Gelar Seminar Nasional, Cetak Pemuda Kritis dan Cinta Tanah Air

Ia meminta adanya partisipasi masyarakat untuk bersama Polisi serta TNI dan stakeholder lainnya bisa menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Eko menyadari, polisi tidak bisa bekerja sendiri menjaga keamanan dan ketertiban Kabupaten Kepulauan Aru. Butuh partisipasi aktif semua pihak termasuk warga masyarakat. Karena itu partisipasi masyarakat dan seluruh stakeholder lainnya sangat diperlukan untuk bersinergi bersama menjaga Kamtibmas di Bumi Jargaria. (Manuel)

Komentar