oleh

Polres Kepulauan Aru Siap Disiplinkan Warga Terapkan New Normal

-Daerah-43 views

Kabartoday, DOBO – Kabupaten Kepulauan Aru bakal mencoba menerapkan tatanan hidup baru (New Normal). Masyarakat kini diminta untuk hidup berdampingan dengan corona virus disease 2019 (Covid-19). Warga harus membiasakan diri dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Meski begitu, Kapolres Kepulauan Aru AKBP Eko Budiarto menilai penerapan New Normal bukan perkara mudah. Menurutnya perlu melakukan pendekatan persuasif ke masyarakat mengawal protokol New Normal.

“Ini jadi tanggung jawab TNI dan Polri untuk mengawasi dan mendisiplinkan masyarakat agar cepat beradaptasi dengan kondisi baru. Walaupun begitu, perlu kerja sama seluruh unsur terkait dan seluruh stakeholder. Bukan hanya TNI-Polri,” ungkap Eko Minggu (31/5/2020) di Dobo.

BACA JUGA:  Duel Sengit Ditengah Jalan 2 Oknum Shabara Polres Nias Dengan 1 Anggota TNI

Ada syarat yang dilontarkan Kapolres Kepulauan Aru untuk bisa meningkatkan pengawasan. Ia meminta semua aturan penerapan New Normal dan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 terlebih dulu disosialisasikan ke masyarakat.

“Sebelum kami melakukan pengawasan, kami harus pastikan bahwa tahapan menuju New Normal benar-benar sudah disosialisasikan ke semua masyarakat. Kemudian mengenai fasilitas penunjang juga sudah dimaksimalkan,” jelas Eko.

Untuk diketahui, Kabupaten Kepulauan Aru bakal menerapkan tatanan kehidupan baru atau New Normal di tengah-tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Tim Reskrim Polsek Kota Banyuwangi Gelandang Pelaku Penganiayaan Ibu RT

Sementara itu, Kementerian Perekonomian berencana akan memulihkan sektor bisnis dan ekonomi menjadi beberapa fase, diantaranya sebagai berikut yaitu Fase I (1 Juni 2020); toko, pasar, dan mal belum diperbolehkan buka, kecuali toko kesehatan dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Fase II (8 Juni 2020); toko, pasar, dan mal diperbolehkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan, namun kontak fisik semaksimal mungkin jangan dilakukan.

Fase III (15 Juni 2020); evaluasi salon, spa, tempat pernikahan, kegiatan sosial maksimal 10 orang dan tempat olahraga dengan menerapkan protokol kesehatan.

Fase IV (6 Juli 2020); pembukaan bertahap kafe, restoran, bar, tempat gym, pelesir ke luar kota dan kegiatan ibadah dilakukan dengan jemaah terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA:  Inisiasi Senam Cuci Tangan Bersama, Kapolresta Banyuwangi Ajak Warga Cegah Virus Corona

Fase V (20 & 27 Juli 2020); evaluasi kegiatan usaha secara berkala, sampai vaksin bisa ditemukan dan disebarluaskan.

“Dengan menerapkan protokol New Normal tersebut, Indonesia akan lebih cepat sembuh dari penyebaran virus corona (Covid-19) dengan syarat tetap menjalankan protokol kesehatan, wajib menggunakan masker baik di bagian pelayanan maupun pengunjung, menyedikan tempat cuci tangan dan menjaga jarak aman minimal 1,5 meter, ” tandas Eko. (Manuel)

Komentar