oleh

Polresta Ambon Serahkan Berkas Perkara Penyelundup Narkotika Asal Makassar

Kabartoday, AMBON – Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease melakukan pelimpahan tahap I atau berkas perkara penyalahgunaan Narkoba ke Kejaksaan Negeri Ambon.

Tersangka dalam kasus ini adalah Udin Asaad alias Udin (38) asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ia diduga merupakan salah satu pemasok narkotika jenis sabu ke Ambon.

“Tadi pagi, penyidik kita sudah melakukan pelimpahan tahap I perkara ini ke jaksa,” ungkap Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Komisaris Besar Polisi Leo Surya Nugraha Simatupang melalui Kasat Resnarkoba AKP Jufri Jawa kepada media ini, Rabu (31/3/2021) di ruang kerjanya.

AKP Jufri Jawa, Kasat Resnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Jufri katakan, setelah pelimpahan tahap I ini, pihaknya tinggal menunggu hasil penelitian jaksa terhadap berkas perkara. Jika berkas perkara dinyatakan lengkap, maka pihaknya akan segera mempersiapkan pelimpahan tahap II yaitu tersangka dan barang bukti.

BACA JUGA:  Prediksi Putusan MK, Diskualifikasi Ma'aruf Amin atau Pemilihan Ulang

“Jika berkas perkara dinyatakan lengkap, maka kita akan persiapkan pelimpahan tahap II. Tetapi jika masih ada P-19 disertai petunjuk jaksa, maka kita akan segera melengkapi berkas perkaranya,” jelas Jufri.

Kasat Resnarkoba yang sangat tegas dan tanpa pandang bulu dalam penegakan hukum kasus narkoba ini beberkan tersangka Udin diamankan pada Jumat (5/3/2021) pagi sekitar pukul 07.30 WIT di Bandara Pattimura Ambon.

Saat diamankan, petugas menemukan tiga paket narkoba jenis sabu yang dibungkus dengan lakban coklat.

Kronologi pengungkapan kasus ini papar Jufri berawal saat pihak mendapat informasi dari masyarakat pada Kamis (4/3/2021) bahwa tersangka memiliki barang haram tersebut.

Namun, untuk bisa menangkapnya, tersangka harus dipancing untuk masuk ke Ambon. Kemudian rencana pun disusun dalam waktu singkat. Metode undercover buy akan dijalankan untuk bisa menangkap tersangka.

Undercover Buy adalah teknik khusus dalam penyelidikan tindak pidana narkotika dan precursor narkotika dimana seorang informan atau anggota polisi (dibawah selubung) bertindak sebagai pembeli dalam jual beli narkotika.

BACA JUGA:  Sindikat Maling Tower Dihadiahi Tindakan Terukur, Salah Satu PNS Satpol PP

Selanjutnya informan berkomunikasi dengan Udin. Informan memesan 50 gr sabu dan disepakati, transaksi dilakukan di Ambon. Informan menjanjikan setelah barang tiba di Ambon akan menyerahkan uang senilai 25 juta rupiah kepada tersangka. Tersangka menyetujui dan mengatakan akan mengantar sendiri barang yang dipesan informan pada Jumat (5/3/3/2021).

Mendapati informasi target operasi akan mengantar sendiri orderan ini, AKP Jufri langsung menyiapkan strategi untuk melakukan penangkapan.

Pada Jumat (5/3/2021) pagi, sejumlah personil Satres Narkoba telah mengendap di sekitar bandara Pattimura. Saat pesawat dari Makassar tiba di bandara Pattimura, petugas langsung bersiaga memantau setiap penumpang yang turun dari pesawat.

Saat target terlihat, anggota polisi terus melakukan pemantauan. Mereka tak ingin kehilangan buruan yang sudah di depan mata.

Ketika target keluar dari pintu kedatangan, beberapa petugas langsung mendekati target. Mereka kemudian menggiring target ke lokasi yang agak sepi. Penggeledahan pun dilakukan. Seluruh bagian tubuh TO digeledah. Hasilnya, petugas berhasil menemukan tiga paket yang diduga sabu. Barang bukti ini disembunyikan target pada bagian depan celana dalamnya.

BACA JUGA:  Dampak Corona Banyak Karyawan di PHK, Babinsa Kodim 0508 Bagikan Beras

Kepada petugas, Udin mengaku mendapat sabu dari seseorang yang juga beralamat di Makassar.

Kemudian target dibawa ke markas Satres Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk proses hukum selanjutnya.

Total berat kotor barang bukti tiga paket sabu tersebut seberat 34,2 gram.

“Hasil timbangan barang bukti yang masih dengan bungkusannya adalah 34,2 gram,” tukas Jufri.

Ia katakan, dalam perkara ini tersangka disangkakan dengan pasal 112 serta 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya mencapai 20 tahun penjara serta denda delapan miliar rupiah.

Saat ini, tersangka Udin masih mendekam di ruang tahanan Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menanti kelanjutan proses hukum akibat perbuatannya. (Manuel)

Komentar