oleh

Polsek Belik Dianggap Tak Serius Tangani Kasus Penganiayaan Priyanto 

Kabartoday, Pemalang – Proses Hukum kasus dugaan penganiayaan pekan lalu terhadap Priyanto (38), warga Desa Gunungjaya, Kecamatan Belik, menuai protes. Pasalnya, laporan kuasa korban yang diberikan Bambang Ristanto, SH., dan Heri, bersama dukungan Nedi Hartono Cs, menuding Polsek Belik setengah hati dalam menangani kasus tersebut.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke Polsek Belik pada Minggu lalu, dan langsung di BAP saat itu juga oleh pihak tim Kanit Reskrim Polsek Belik, tapi mengapa masih dianggap laporan saya belum resmi oleh Kanit Jono. “Ucap Bambang, Kamis (10/10/2019).

Kembali kata “Bambang,” berdasarkan laporan dan pengalaman mengenai kasus semacam itu, biasanya tersangka langsung ditahan. Namun hingga detik ini para tersangka tidak ditahan.

BACA JUGA:  Warga Kamal Butuh Air Bersih, TRC Desak Anies Sikapi Kebutuhan Warganya

Ia menyayangkan sikap Polsek Belik, tidak mempertimbangkan sisi Psikologi korban. Bahkan ada asumsi laporannya diperlambat.

“Saya menghormati proses yang sedang dilakukan pihak polsek Belik, namun saya juga menyesalkan atas WhatsApp Kanit Jono yang mengatakan laporan saya belum dinyatakan resmi. Ini kan jelas kasusnya, penganiayaan. “Papar Bambang.

Sementara seorsng timnya juga menduga dan mencurigai ada permainan dalam kasus tersebut, “Jika tidak ada perkembangan, pihaknya berupaya untuk melaporakan masalah itu kepada Propam, “kata seorang pendamping.

BACA JUGA:  Tradisi Barong Ider Bumi, Mengisi Lebaran Ke 2 di Kemiren

Dikatakan Bambang, tim pendampingnya juga telah mendatangi Polres Pemalang, pada Rabu kemarin (9/10/2019), para tim pendamping yang ikut mengawal kasus itu diantaranya Bambang Ristanto ketua PWOI dan Heri yang diberi Kuasa oleh korban bersama sdr (Jalu) Ketua PAC – LMPI (Laskar Merah Putih Indonesi) Kecamatan Belik, sebagai bentuk protes keras atas hukum yang tidak sejalan dengan semestinya.

BACA JUGA:  KPU Karawang Evaluasi Pelaksanaan Pemilu 2019

“Kawan-kawan PWOI sudah mendatangi Polres Pemalang mas, tujuannya untuk melaporkan kembali kasus itu dengan membawa berkas Visum baru dari RSUD M. Ashari Pemalang tertanggal (9 Oktober 2019), dan dilampiri data Visum pertama dari Puskesmas Belik. “Pungkasnya.[]Rae

Catatan; sebelumnya ada kesalahan judul atas nama orang, dan Redaksi sudah menggantinya.

Komentar