oleh

Polsek KPYS Ambon Berbagi Kasih ke SLB Tuna Rungu Karya Kasih

Kabartoday, AMBON – Keluarga besar Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menyambangi puluhan anak penderita tuna rungu (tuli) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Kasih, Kawasan Kopertis Karang Panjang, Ambon.

Bhakti sosial yang dilaksanakan Sabtu (29/6) sore ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Polsek KPYS dalam menyambut HUT Bhayangkara ke 73 tanggal 1 Juli mendatang.

Saat mengunjungi anak-anak penderita tuna rungu ini, Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy,SH,SIK didampingi ketua pengurus bhayangkari ranting Polsek KPYS Ny. Ismi Teddy beserta sejumlah personil dan ibu-ibu bhayangkari berkesempatan berbagi kasih. Mereka menyumbangkan beberapa bahan sembako seperti beras, mie instan, susu, kacang hijau dan lain-lain ke sekolah. Sumbangan sembako ini diterima Suster Alwina,DSY mewakili pihak sekolah.

Kapolsek KPYS Ambon AKP Florensius Teddy didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Polsek KPYS Ny. Ismi Teddy memberikan sumbangan sembako ke SLB Karya Kasih yang diterima Sr. Alwina,DSY

Saat anjangsana itu, AKP Teddy beserta rombongan sempat bercengkerama dengan para siswa tuna rungu di ruang pameran ketrampilan. Para siswa didampingi Suster Alwina,DSY serta Pak Thom, Humas SLB Karya Kasih.

BACA JUGA:  Safari Ramadhan Provinsi Riau Akan Dipusatkan di Markas Islami

Teddy sempat menanyakan asal daerah dari para siswa-siswi ini. Ternyata mereka berasal dari sejumlah daerah di Provinsi Maluku. Ada yang berasal dari Pulau Buru, Pulau Seram, Ambon, serta dari wilayah tenggara Maluku.

Di ruang pameran itu, rombongan merasa kagum saat melihat hasil karya para siswa tuna rungu ini. Ada keterampilan tenun kain khas tanimbar, ada lukisan, ada replika helikopter dari bahan dasar tempurung kelapa, ada keterampilan rangkaian bunga serta sejumlah keterampilan lainnya.

Dan ternyata, hasil tenun kain khas Tanimbar karya anak-anak penderita tuli ini pernah laku terjual dengan harga Rp. 19 juta pada acara Pesparani Nasional pertama di Kota Ambon medio Oktober hingga November lalu.

BACA JUGA:  Kota Baru Lokasi Puncak HUT Bhayangkara ke 73

Terhadap kegiatan ini, AKP Florensius Teddy katakan ini merupakan rangkaian kegiatan menjelang HUT Bhayangkara.

“Ini memang salah satu kegiatan kita menyongsong HUT Bhayangkara ke 73 pada 1 Juli nanti. Dan kunjungan ini merupakan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial kami seluruh anggota Polsek KPYS terhadap sesama yang membutuhkan,” jelasnya usai berfoto bersama dengan keluarga besar SLB Karya Kasih.

Ia ungkapkan pemberian tali asih merupakan hal sosial ya g harus dibangun dan dibentuk oleh insan manusia dalam hidup kebersamaan terutama bagi mereka-mereka yang membutuhkan.

“Dan ini merupakan hal yang harus kita bangun dan kita bentuk dalam kehidupan kita di dunia untuk selalu menjadi lebih baik terutama bagi pihak yang membutuhkan,” tukasnya.

Teddy yang pernah juga menjabat Kasatreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease merasa terharu saat melihat hasil karya siswa tuna rungu berupa tenunan kain khas Tanimbar. Pasalnya, ia pernah bertugas sebagai Kasatreskrim di Polres Maluku Tenggara Barat (MTB).

BACA JUGA:  Polres Kampar Peringati Hari Kebangkitan Nasional

Ditempat yang sama, Suster Alwina,DSY mewakili pihak sekolah mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kapolsek KPYS yang telah berkesempatan mengunjungi dan berbagi kasih ke SLB Karya Kasih.

Sr Alwina,DSY guru SLB Tuna Rungu Karya Kasih Ambon

“Kami senang dan bahagia karena anak-anak kami mendapat perhatian serta kunjungan dari Polsek. Dan sudah berbagi kasih dengan anak-anak kami Keluarga Besar SLB Tuna Rungu Karya Kasih ini,” ujarnya dengan senyum kegembiraan.

Ia berharap kiranya kunjungan ini tidak hanya sekali saja, tetapi bisa terulang lagi di waktu mendatang.

“Harapan kami dan para siswa semoga kunjungan ini tidak hanya sebatas hari ini tetapi dilain kesempatan kita bisa juga bertemu dalam kegiatan yang sama,” harapnya.

SLB Karya Kasih saat ini mendidik sebanyak 34 siswa tuna rungu dari berbagai tingkatan yaitu SD, SMP dan SMA.

Selama mengikuti pendidikan di SLB ini, para siswa tidak dikenakan biaya alias gratis. Semua kebutuhan siswa ditanggung pihak yayasan. (MAL)

Komentar