oleh

Polsek KPYS Ambon Musnahkan 2,4 Ton Miras Tradisional

-Daerah-67 views

Kabartoday, AMBON – Sebanyak 2,4 ton atau 2.400 liter minuman keras (miras) tradisional dimusnahkan Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon.

Kegiatan pemusnahan miras tradisional ini dilaksanakan Jumat (7/2) siang bertempat di dermaga Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy memimpin langsung kegiatan pemusnahan ini. Ia didampingi Wakapolsek KPYS Ipda Abdul Kadir Kiat.

Kegiatan pemusnahan miras ini dihadiri sejumlah pejabat instansi terkait antara lain Tamsir Mardian dari PT Pelindo IV, Jonly Pentury dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Klas I Ambon, M Hehanussa Kepala Security PT Pelni Cabang Ambon serta sekitar 30 buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Ribuan liter miras tradisional yang dimusnahkan ini diperkirakan bernilai sekitar Rp. 108 juta. Ada yang dikemas dalam berbagai wadah seperti jerigen kemasan lima liter, botol air mineral, maupun wadah kantong plastik.

BACA JUGA:  AKBP Arman Asmara Syarifuddin Akan Gantikan AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi Sebagai Kapolresta Banyuwangi

Saat pemusnahan, Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy bersama pejabat instansi yang hadir mengambil jerigen yang berisi miras lalu menuangkan ke laut. Sementara miras yang dikemas dalam kantong plastik dirobek menggunakan pisau dan dibuang ke laut. Setelah semua miras dibuang, wadah penampung dikumpulkan kemudian dibuang di tempat pembuangan sampah.

AKP Florensius Teddy katakan salah satu tujuan pemusnahan miras ini merupakan kegiatan cipta kondisi (cipkon) kamtibmas untuk mengeliminasi atau mengurangi terjadinya tindak pidana umum di wilayah hukum Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

AKP Florensius Teddy,SH,S.IK, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease

“Banyak terjadi tindak pidana umum ternyata sebagian besar dipicu karena miras. Maka dengan pemusnahan miras ini, kita lakukan cipta kondisi kamtibmas agar tetap kondusif. Kita berharap dengan berkurangnya miras, dapat juga mengurangi terjadinya tindak pidana umum di tengah masyarakat,” ungkap Teddy kepada para awak media usai kegiatan pemusnahan miras.

BACA JUGA:  Tiga Unit Rumah Hangus Terbakar di Kel Caile Bulukumba

Dikatakan banyak terjadinya tindakan penganiayaan, pengeroyokan serta kecelakaan lalulintas yang berakibat fatal adanya korban jiwa dipicu miras.

Teddy yang beberapa waktu lagi akan menduduki jabatan baru sebagai Kabag Ops Polres Aru jelaskan ribuan liter miras ini terkumpul karena kegiatan razia pihak Polsek KPYS sejak akhir tahun 2019 hingga awal Februari 2020. Kegiatan razia dilakukan di tiga pelabuhan yang masuk wilayah hukum Polsek KPYS antara lain Pelabuhan Yos Sudarso, Pelabuhan Slamet Riyadi kawasan Belakang Kota serta Pelabuhan Dr Siwabessy di kawasan Gudang Arang.

Dikatakan, miras-miras ini berasal dari beberapa wilayah Provinsi Maluku seperti jazirah Maluku Tenggara, Pulau Seram serta Kota Ambon. Ada miras yang akan diperjualbelikan di Kota Ambon serta ada juga yang akan diselundupkan untuk diperdagangkan keluar Maluku seperti ke wilayah Papua. Apalagi nilai jual sopi di Papua cukup tinggi berkisar Rp. 100 ribu setiap botol aqua kemasan 625 liter. Sementara harga beli di daerah produksi lokal sekitar Rp. 10 ribu hingga Rp. 15 ribu per botol.

BACA JUGA:  Setelah Pembangunan RTH, Pemkab Blitar Rancang Pembangunan Taman Kanigoro

“Wilayah hukum Polsek KPYS dengan tiga pelabuhan yang ada merupakan pintu masuk serta pintu keluar dari dan ke Kota Ambon. Sehingga pastinya banyak orang yang mencari keuntungan finansial dengan memperdagangkan miras ini akan masuk keluar di wilayah hukum Polsek KPYS,” jelas jebolan Akademi Kepolisian tahun 2008.

Ia katakan selama ini pihaknya belum melakukan tindakan tegas berupa proses hukum kepada para pemilik sopi. Pihaknya hanya melakukan pembinaan dan meminta mereka untuk tidak mengulangi perbuatan membawa maupun memperdagangkan miras.

“Selama ini kita hanya memberi pembinaan kepada mereka-mereka yang kedapatan membawa miras. Kita berharap agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Bila nanti kedapatan oknum warga terlibat lagi maka kita akan ambil tindakan tegas,” pungkas Teddy. (Imanuel)

Komentar